Harta, Tahta, Wanita dan KPK

greedyHarta, tahta dan wanita. Itulah perangkap kehidupan yang sering mencelakakan manusia. Ketiganya komplit ada dalam drama kasus korupsi Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. Adik Gubernur Banten punya tiga ‘barang’ itu sekaligus. Tahta atau jabatan ia punya. Wawan adalah Ketua Kadin Banten. Hampir tak ada proyek bisnis yang tak berada di bawah ujung telunjuknya. Ia minta bisa dipastikan dapat. Bukan saja Ketua Kadin, posisi kekuasaan Wawan pun makin kuat karena istrinya adalah Walikota Tangerang Selatan. Ia sendiri adalah adik Gubernur Banten. Bicara tahta, Wawan punya segalanya.

Hartanya juga komplit. Hingga tulisan ini dibuat KPK sudah menyita sementara 44 mobil miliknya. Sebagian besar adalah mobil mewah harga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Sebagiannya adalah mobil sport. Belum lagi motor gede asal Amerika Serikat Harley Davidson yang mentereng di garasinya.

Wanita? Nah ini yang juga ramai dibicarakan. Sejumlah selebrita jelita sudah ditegaskan KPK memiliki keterkaitan dengan Wawan. Semuanya model-model elok memikat. Bahkan wanita cantik yang sudah berumah tangga seperti Catherine Wilson pun masih terpikat pelet kemewahan milik Wawan. Memang hingga sekarang belum jelas apa hubungan mereka dengan Wawan; personal atau bisnis? Padahal bicara soal wanita cantik, istrinya sendiri Airin terbilang perempuan cantik. Tapi mungkin seperti kata pepatah; kembang tak cukup setaman.

Rasulullah saw. sejak lama mengingatkan umatnya akan perangkap dunia; harta, tahta dan wanita. Imam Bukhari meriwayatkan ketika di hadapan Beliau dibawakan harta jizyah yang berlimpah dari Bahrain, Beliau saw. bersabda:

فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ ، فَوَاللَّهِ لاَ الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

”Berikanlah kabar gembira dan harapan apa yang menyenangkan kalian, demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Nabi benar. Sepanjang jaman banyak orang berhasrat ingin mendapatkan bagian dunia. Termasuk jaman sekarang. Apalagi dengan iming-iming agama; kalau tak kaya bagaimana Anda membela dan menolong agama? Bila kaya Anda bisa bersedekah, naik haji, membantu orang tua dan mendukung perjuangan Islam. Sayangnya bahasan ini kadang tak diimbangi dengan mekanisme mendapatkan harta dengan cara yang halal sedetil-detilnya. Sehingga seringkali orang mendapatkan harta tapi berlumuran dengan yang haram. Inilah yang diingatkan oleh Nabi saw.:

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ ، لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ

“Akan datang suatu masa kepada manusia, yang seseorang tidaklah peduli terhadap (harta) yang dia ambil, apakah dari (sumber) yang halal atau dari yang haram.”(HR. Bukhari).

Dengan harta yang haram jangan harap akan mengundang amal soleh. Selain tak akan diterima oleh Allah SWT., harta yang haram biasanya akan mengajak pelakunya untuk bernafsu menggunakannya di bawah komando hawa nafsu. Itulah fenomena yang kita lihat dari para koruptor. Harta mereka dihabiskan untuk bermewah-mewah, mengokohkan jabatan dan memikat banyak wanita. Wawan yang pengusaha, Akil Muchtar yang hakim, Ahmad Fathonah yang ustadz dan berkawan dengan ustadz, Gayus Tambunan yang petugas pajak, tak kuasa mengendalikan hawa nafsunya dalam penggunaan harta. Wajar karena harta mereka diperoleh dengan cara yang haram.

Maka perangkap harta, tahta, wanita itu bisa saling melengkapi dan mengundang. Ketika seseorang terjebak pada perangkap tahta maka ia akan terpikat untuk menumpuk harta dan memikat wanita. Jika ia tergoda perangkap wanita maka ia akan berusaha mengumpulkan harta dan merebut tahta untuk merebut wanita. Ini memang perangkap yang bisa komplementer. Dapat saling melengkapi.

Kunci untuk selamat dari perangkap itu adalah men-drive diri dalam kendali iman dan takwa. Ingat bahwa semua adalah fana dan akan dimintai hisabnya. Di dunia saja orang bisa dipermalukan seperti Ahmad Fathonah, Akil Muchtar, Wawan dan Gayus Tambunan, apalagi di Yawm al-Qiyamah.

Selain itu mengikuti apa kata pepatah; bila tak ingin dilebur air, jangan bermain di tepi pantai. Sistem demokrasi dan jaringan gurita bisnis kapitalisme hampir selalu sukses mencetak orang menjadi seorang politisi sekelas Judas atau pengusaha seperti Qarun. Berusahalah sekuat tenaga menghindari pusaran arus kerusakan yang ada. Jangan tergoda untuk menceburkan diri ke sana. Sengsara akibatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.