Menjawab Pertanyaan Seputar Gay

gay symbolsexes togetherSalam!

Senang sekali saya kembali bisa menyempatkan menulis di laman ini. Setelah pulang umroh dari tanah suci saya butuh waktu untuk recovery untuk kesehatan saya. Akibatnya beberapa kegiatan rutin di tanah air tertunda termasuk menjumpai rekan-rekan pembaca di situs ini.

Kali ini saya ingin membahas sejumlah pertanyaan seputar gay yang masuk ke email kami. Semuanya ada dua email; satu saya terima saat saya di tanah suci, satu lagi beberapa hari lalu. Email yang pertama dari hamba Allah yang merasa tersiksa karena menjadi gay tapi keberatan dengan tulisan saya “Gay Bukan Faktor Genetis”. Pengirim mengatakan: Kalau bisa gak gay kenapa saya gay? Kalau bisa hidup dengan enak secara normal kenapa saya jadi gay? Saya ingin hidup normal. punya keluarga. punya anak. tapi kenapa…. kenapa saya begini?

Pengirim juga keberatan dengan penjelasan yang saya kutip dari al-Quran karena alasannya al-Quran terlalu umum dan penafsirannya bisa saja SALAH! Terakhir dia mengatakan; karena Anda tidak gay dan tidak pernah merasakan menjadi gay. kalau bisa memilih saya ingin jadi straight… dan hidup damai… saya muak dengan semua ini…

Email kedua hampir senada, pengirim mengatakan dia suka pada cowok meski belum pernah melakukan hubungan asmara ataupun kontak seksual dengan sesama jenis.

Penjelasan saya begini;

Setiap manusia itu diberikan potensi kehidupan oleh Allah SWT. termasuk di dalamnya ada naluri seksual. Adanya naluri seksual pada diri kita bukanlah kejahatan, ia fitrah. Bahkan ada tujuan yang diberikan oleh Allah mengapa manusia diberikan naluri seksual.Untuk apa? Selain agar bisa merasakan kebahagiaan dengan lawan jenis, yang paling pokok adalah untuk MELESTARIKAN KETURUNAN. Karena nggak mungkin kan manusia berkembangbiak tanpa pernikahan pria dan wanita? Tanpa pertemuan sel sperma dan sel telur?

Dari sini sudah bisa kelihatan bahwa pernikahan sejenis atau hubungan seks sejenis itu penyimpangan, karena nggak memungkinkan mereka untuk memiliki keturunan.

Oke, kalau ada yang mengatakan untuk punya anak gak perlu nikah, bisa dengan samen laven, bisa lewat program inseminasi buatan yang di beberapa negara Barat bahkan sudah ada yang namanya donor sperma dan bank sperma, jadi gak perlu nikah kan? Sehingga pasangan gay bisa adopsi anak, atau pasangan lesbi bisa punya anak kalau salah satu dari mereka hamil lewat inseminasi buatan.

Begini, punya anak itu bukan sekedar punya anak, tapi jelas garis keturunannya atau yang kita kenal dengan nasab atau “bin” dan “binti”. Manusia normal ingin betul mengetahui asal usul keluarganya, siapa ayah dan ibunya. Apa yang saya tulis di atas itu merusak nasab atau garis keturunan.

Berikutnya, naluri seksual itu bisa saja dipuaskan dengan berbagai cara, dengan siapa saja bahkan dengan APA SAJA. Tapi apakah itu cara yang benar? Maaf, binatang saja memperlihatkan cara yang alamiah jantan berpasangan dengan betina lalu lahirlah keturunan mereka. Apakah manusia mau dikalahkan sifat mulianya oleh binatang? Ada manusia yang tega memperkosa anak kandung sendiri, yang berhubungan dengan binatang, termasuk apakah lazim binatang kawin dengan sejenisnya; jantan dengan jantan dan betina dengan betina?

Kalaupun ada manusia yang melakukan itu dengan sukarela; misalnya pernikahan dengan anak kandung atau saudara kandung, apakah itu wajar menurut pandangan manusia normal? Jangan tanya bagaimana hukumnya dalam agama (Islam), karena sudah jelas keharamannya.

Saudaraku yang bertanya, di sinilah letak mulia Islam. Allah SWT. menginginkan agar manusia hidup sesuai fitrahnya, mulia dan mendapatkan keberkahan. Karenanya Islam mengatur tatacara hubungan seksual dengan begitu indah. Bukan untuk menyiksa batin manusia, tapi justru untuk memuliakan dan menyelamatkan manusia. Bisa dibayangkan bila pola hubungan gay atau lesbian itu dianut oleh mayoritas penduduk di suatu negara, apakah itu tidak akan mengancam keberlangsungan negeri itu sendiri? Bahkan penduduk itu bisa terancam punah karena pertumbuhan jumlah penduduknya melambat.

Di sinilah keunggulan ajaran Islam. Bukan saja mendorong pria dan wanita untuk menikah, tapi juga didorong untuk punya keturunan yang banyak.

Lanjut lagi, orang yang sudah jatuh dalam perilaku gay bukan berarti tak bisa kembali hidup normal. Itu juga bukan menjadi alasan bagi dia untuk mempertahankan pola hidup keliru seperti itu. Ambil contoh, orang yang sudah kecanduan narkoba juga berpikir mereka sulit hidup tanpa narkoba. Bahkan mereka bisa sakaw, ini lebih berat ketimbang jatuh cinta pada sesama jenis. Syaraf-syaraf mereka ‘nagih’ untuk dipuaskan dengan narkoba.

Tapi apakah mereka bisa sembuh dan kembali  hidup normal? Saya tak usah jawab, karena sudah banyak contoh pecandu narkoba kelas kakap sekalipun bisa hidup normal kembali. Padahal mereka juga mungkin awalnya merintih “elu sih enak bukan pecandu jadi bisa bilang narkoba itu haram dan ngerusak. Nah, gue udah kecanduan kayak begini berat banget lepas dari narkoba.” Lalu kenapa mereka bisa sembuh? Jawabannya motivasi kuat yang bikin mereka bisa hidup normal.

Bukan hanya kecanduan narkoba, jadi gay atau lesbian, banyak orang yang kecanduan perilaku negatif tapi bisa sembuh. Ada orang yang kecanduan alkohol, kecanduan seks, kecanduan mencuri (kleptomania), bahkan kecanduan membunuh orang tapi mereka sadar bahwa itu adalah kehidupan yang tidak normal sehingga akhirnya bisa kembali pulih. KUNCINYA adalah MOTIVASI dan TEKAD KUAT.

Anda tahu, motivasi yang paling kuat adalah MOTIVASI AGAMA, dorongan karena perasaan rindu pada rahmat Allah dan takut akan siksaNya. Ini adalah dorongan yang paling kuat untuk bisa lepas dari mental gay.

Jangan bilang bahwa al-Quran itu terlalu umum dan penafsirannya bisa salah. Anda pernah mengkaji tafsir al-Quran? Pernah belajar Ulumul Quran, bahasa Arab, dan Ushul Fiqih dan kitab Fiqih? Mohon tidak mengeluarkan statemen seperti itu kalau Anda tidak punya basic tsaqofah Islamiyyah atau ilmu-ilmu keislaman. Percayalah, para ulama tidak sembarangan memahami dan menafsirkan al-Quran. Selain memiliki kapasitas keilmuan yang wajib dimiliki, mereka juga memiliki tanggung jawab moral dan akhirat kepada Allah dan kepada umat Islam.

Saya ingin katakan pada Anda, Bro, Anda bisa sembuh dan bisa kembali hidup normal layaknya lelaki. Bisa menikah dan punya anak dan bisa menjadi penghuni jannah. Adanya perasaan bersalah dan gelisah itu tanda Anda sebenarnya tidak puas dengan kehidupan gay yang Anda jalani sekarang. Jadikan itu modal awal untuk melepaskan dan membuang jauh perilaku negatif seperti itu.

bukunya sam brodie

Saran saya, banyaklah beribadah, membaca al-Quran, puasa sunnah dan hadir ke majlis talim. Bacalah buku-buku agama. Agar batin Anda bisa semakin tenang. Selanjutnya tinggalkanlah lingkungan atau komunitas gay di sekitar kehidupan Anda. Hapuskan jejak mereka dan juga jejak Anda. Jangan terima lagi mereka dalam kehidupan. Seperti seorang pecandu narkoba yang ingin sembuh ia harus lepas dari komunitas pecandu, lepas dari bandar narkoba, dan lepas dari jejak mereka.

Saya percaya Anda bisa, bro! Banyak orang sudah bisa lepas dari berbagai perbuatan yang bernilai maksiat di hadapan Allah.

Semoga jawaban saya bisa sedikit melegakan Anda, meski mungkin belum menuntaskan persoalan Anda.

Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.