Masa Belajar Di Rumah Diperpanjang: Yey or Ney, Ayahbunda?

Baru saja saya dan istri mendapat pemberitahuan kalau masa belajar di rumah untuk anak-anak diperpanjang hingga akhir Mei. Jidat saya langsung mengkerut. Membayangkan kalau anak-anak kami, juga semua pelajar juga mahasiswa seantero Nusantara, bakal terpapar BT, boring time berkepanjangan.

Sekarang, semua anak-anak kami berkumpul di rumah; mulai dari yang mahasiswa sampai yang SD. Dari yang anak kost-an dan yang anak pondokan, juga rumahan, semua kumpul. Hari-hari awal berkumpul lagi di rumah memang menyenangkan. Terutama buat yang anak kost dan anak pondok, rasa kangen langsung terpuaskan.

Tapi lama kelamaan boring time mulai melanda. Anak-anak dan juga orangtua makin terbatasi ruang geraknya seiring pandemi yang makin akut. Membaca berita saja sudah buat adrenalin kita makin terpompa. Mau keluar rumah jadi berpikir sekian kali. Mesjid-mesjid saja sebagian besar sudah diminta menutup diri.

 

Siapkan Mental

Tapi mau bagaimana lagi, ini kondisi darurat. Tidak ada satupun orangtua, apalagi anak-anak yang suka dengan kondisi ini. Kita juga patut memohon kepada Allah agar pandemi Covid-19 segera diangkat Allah dari negeri-negeri kaum muslimin, dan seluruh dunia pada umumnya. Meski serba terbatas, tapi in sha Allah tetap ada yang bisa kita lakukan untuk kebaikan anak-anak kita.

Siapkan mental. Bersama anak-anak sepanjang hari, 7 hari dalam seminggu, perlu kekuatan mental lho. Apalagi menemani dan mengontrol berbagai jadual tugas pembelajaran dari sekolah. Siapkan mental sebagai pembimbing dan sahabat yang menemani anak-anak di rumah. Nah, mudah-mudahan ayah bunda tetap bisa enjoy selama masa pembelajaran anak-anak di rumah ya.

Mental yang perlu ayahbunda siapkan adalah

1.  LUANGKAN WAKTU. Saat anak tak ada di rumah mungkin ayah bunda membagi waktu untuk keperluan lain, namun saat pembelajaran berpindah ke rumah, maka Anda harus siapkan slot waktu khusus mendampingi anak-anak belajar, terutama mereka yang masih SD atau SMP.

 

2.  KONSISTEN mengawasi tugas-tugas dari sekolah atau kampus agar selesai tepat waktu. Biasanya sekolah atau kampus memberi tugas yang harus disetor pada jadual tertentu. Pastikan anak-anak sudah menerima tugas dari sekolah atau kampus dan tahu kapan jadual penyerahan tugas.

 

3.  INGATKAN iya, cerewet jangan. Selalu ingatkan tugas-tugas anak dari sekolah dan kampus, tapi jangan cerewet. Ini yang disukai dari guru dan tidak dari ayah bunda mereka. Guru mengingatkan tapi tidak cerewet, beda sama orangtua (hehehe).

 

4.  JURU SOLUSI. Belajar di rumah, berarti orang tua juga harus siap mendampingi. Namun bersyukurlah bahwa hari ini berkat kecanggihan teknologi kita terbantu dengan berbagai informasi pelajaran di dunia maya. Anak ada kesulitan pelajaran, tinggal buka google, berbagai situs sudah siapkan ulasan bahkan jawaban pertanyaan. Mudah, kan?

 

5.  KREATIF. Ada kalanya tugas sekolah menuntut anak membuat prakarya, nah di sinilah orang tua belajar kreatif membantu anak. Banyak model kerajinan tangan yang bisa dicari di dunia maya, yang mudah pengerjaannya, dan bahan-bahannya juga tersedia di rumah.

Ayah bunda sekalian, meskipun sampai hari ini negeri kita terpapar pandemi Covid-19, tetaplah bersyukur. Allah selalu memberikan rangkaian hikmah. Di antaranya bisa berkumpul bersama anak-anak. Ada juga yang suaminya harus kumpul di rumah karena kantor membuat kebijakan work from home. Jadikan kesempatan ini – yang mungkin agak panjang – untuk saling bekerja sama, dan lebih dekat, serta saling bantu.

Mudah-mudahan Allah melindungi kaum muslimin, dan menghilangkan wabah ini secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.