
Mulailah melakukan deep talk dengan pasangan. Banyak benefit yang bakal dirasakan bersama pasangan. Mulai dari meluruskan kesalahpahaman sampai menciptakan rasa aman dan saling percaya. Semakin terbiasa melakukannya, semakin membantu proses adaptasi dalam pernikahan dan menyelesaikan berbagai persoalan.
Deep talk dengan pasangan bukan soal romantisme, tapi menunaikan kewajiban dien serta meneladani kehidupan rumah tangga Rasulullah Saw dan orang-orang salih. Nabi Saw memerintahkan setiap suami untuk berlaku baik pada istri mereka. Sabdanya:
أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya (HR. Tirmidzi)
Pada hadis di atas Rasulullah Saw melekatkan kesempurnaan iman dengan akhlak yang terpuji. Lalu beliau melanjutkan bahwa sebaik-baik lelaki adalah yang baik pada istrinya. Menggambarkan bahwa sikap baik pada pasangan adalah ekspresi dari keimanan. Jangan mengaku sebagai suami yang imannya sempurna bila tidak berlaku baik pada pasangan.
Salah satu karakter pasangan yang baik adalah menjadikan deep talk sebagai budaya dalam keluarga. Bahkan deep talk menjadi kemestian yang ada dalam kehidupan pernikahan Islami. Sebab di antara bentuk deep talk adalah musyawarah, sedangkan musyawarah adalah perintah Allah pada orang-orang beriman. FirmanNya:
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (TQS. Ali Imran [3]: 159)
Benefit Yang Luar Biasa
Sebagaimana sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya kalau deep talk suami istri adalah percakapan yang lebih dalam daripada obrolan harian biasa—bukan sekadar soal belanja, anak, atau tagihan. Tapi deep talk bicara tetapi tentang perasaan, harapan, ketakutan, luka, tujuan hidup, dan nilai yang diyakini.
Apa saja benefit deep talk untuk pernikahan? Berikut ini diantaranya:
- Membangun kedekatan emosional
Pasangan merasa benar-benar didengar dan dipahami, bukan hanya hidup bersama secara fisik. Suami dan istri mencurahkan perasan masing-masing seperti tentang apa yang dirasakan sepanjang hidup bersama. Dengan tetap menjaga tutur kata yang ahsan, keduanya berusaha untuk terbuka namun dengan semangat menciptakan kebersamaan. - Mencegah salah paham menumpuk
Banyak konflik rumah tangga bukan karena masalah besar, tapi karena perasaan yang dipendam terlalu lama. Dengan niat merawat pernikahan dan membangun kedekatan emosional, keduanya membicarakan beragam persoalan sambil menjaga kepala tetap dingin, tidak menjadi konflik. Sehinga beragam kesalahpahaman dapati diuraikan. - Menumbuhkan rasa aman dan percaya
Ketika suami dan istri bisa terbuka tanpa takut dihakimi, hubungan menjadi lebih kuat. Memang perlu kesabaran dan kehati-hatian mengawali deep talk namun tetap harus dilakukan. Bila ini sudah menjadi habit dalam keluarga maka rasa aman dan saling percaya akan semakin terpelihara. - Memudahkan musyawarah keluarga
Keputusan tentang anak, keuangan, orang tua, atau masa depan jadi lebih matang karena saling memahami sudut pandang. Betul suami adalah qowwam, pemimpin dalam keluarga, namun kepemimpinan itu tidak dibangun dengan cara otoriter, tapi mengedepankan musyawarah. Baik suami dan istri ada keterbatasan yang nantinya bisa saling melengkapi dengan deep talk. Hasilnya, keputusan akan lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan bersama. - Menguatkan cinta setelah fase romantis awal lewat
Pernikahan bertahan bukan hanya karena rasa suka, tapi karena kedalaman hubungan. Banyak pasangan masuk fase jenuh lalu tak bisa keluar dari sana. Cara terkuat untuk menghindarinya adalah dengan deep talk. Bicara dari hati ke hati, saling memotivasi dan memuji serta memaklumi kekurangan pasangan. Sehingga pernikahan bukan saja romantisme tapi kasih sayang. - Membantu saat menghadapi ujian hidup
Tekanan ekonomi, konflik keluarga, atau masalah pengasuhan lebih mudah dihadapi jika komunikasi kuat. Jangan sampai persoalan keluarga dirasakan dan dipikul sendiri. Namun hal itu bisa terjadi bila tak ada komunikasi yang mendalam. Dengan deep talk rasa sungkan dan beban bisa dibagi bersama, bahkan bisa dicarikan jalan keluarnya. Inilah pentingnya deep talk antara suami dan istri.
Bersambung

Leave a Reply