Kitakah Suami Menyebalkan?

 

25299819 - young man with beard, picks his nose, vintage effect

Lima tahun lalu situs dailymail.co.uk pernah menurunkan artikel hasil riset tentang pernikahan. Riset yang dilakukan Economic and Social Research Council, memperlihatkan bahwa wanita lebih cepat mengalami proses ‘kejenuhan’ dalam pernikahan ketimbang lelaki.

Menurut studi itu hal ini dikarenakan wanita lebih banyak melakukan usaha membuat pernikahan mereka berjalan langgeng, ketimbang kaum pria. Wanita bekerja keras mengurus rumah, memasak, hamil-melahirkan-mengasuh anak, dan lebih concern pada hal-hal yang disenangi suaminya.

Sementara pria cenderung lebih cuek pada hal-hal yang menurut wanita penting. Hidup pria cenderung flat. Datar. Fokus pada dunianya sendiri; bekerja, hobi, mungkin juga berdakwah, ketimbang memikirkan hal-hal yang dapat menyenangkan pasangan mereka.

Wanita umumnya lebih mengingat momen-momen yang menurut mereka romantis dan menyenangkan, seperti momen pertama kali ta’aruf, tanggal pernikahan, tanggal kelahiran anak dan anggota keluarga, atau tempat yang menurutnya menyenangkan berkumpul bersama suami.

Pria? Tanggal kelahiran anak saja sering lupa!

Apakah ini berdampak pada kehidupan rumah tangga? Lebih banyak pada kaum wanita. Banyak wanita yang mengalami penurunan kebahagiaan dalam pernikahan mereka. Banyak istri yang merasa pernikahan akhirnya hanya menjalani rutinitas. Bukan sesuatu yang spesial seperti tahun pertama pernikahan.

Menurut studi itu hal ini dikarenakan wanita lebih banyak melakukan usaha membuat pernikahan mereka berjalan langgeng, ketimbang kaum pria. Wanita bekerja keras mengurus rumah, memasak, hamil-melahirkan-mengasuh anak, dan lebih concern pada hal-hal yang disenangi suaminya.

Ironinya,  pria lambat untuk merasa peka dengan situasi ini. Mereka merasa tidak ada persoalan. Malah ketika ia menyadari ada yang berubah pada istrinya, ia justru menyalahkannya. Repot memang.

Ada baiknya kita mengingat lagi pesan Rasulullah SAW. kepada para suami agar berbuat baik pada keluarga, khususnya kepada istri. Sabdanya:

« أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا »

“Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada istrinya.”(HR. Abu Daud)

Ada beberapa hal yang membuat suami menjadi menyebalkan. Hal yang membuat istri merasa keberadaannya dalam pernikahan jadi percuma. Mau tahu? Ini diantaranya:

1. Meremehkan Istri

Ingat, dalam Islam interaksi suami dengan istri bukanlah antara buruh dengan majikan, atau boss dengan bawahan, tapi persahabatan. Rasulullah SAW. bersabda:

إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ

“Sesungguhnya wanita itu adalah sahabat kaum pria.”(HR. Abu Daud).

 

Bagaimana sih pergaulan orang bersahabat? Fun bersama, susah bersama, dan saling membantu pun dalam hal yang kecil. Dan ketika ada gesekan maka dengan enteng kita akan bilang, “Nggak apa-apa, kok.” Sahabat akan gampang melupakan insiden di antara mereka dan mudah memaafkan.

Begitulah semestinya sikap seorang suami pada istri. Yang mengikat mereka adalah persahabatan dengan landasan iman dan kasih sayang.

 

2.Jadi Suami Baperan!

Melanjutkan poin pertama, jangan terlalu ambil pusing dan jadi masalah besar ketika ada gesekan dengan istri. Bro, ketahuilah istri sudah lelah bekerja seharian mengurus rumah tangga dan mengasuh anak. Kadangkala ia menjadi ketus atau jutek karena ‘remnya’ sudah blong. Namanya juga manusia. Terkadang tak bisa menahan emosi.

Kalau kita ingin rumah tangga berjalan SAMARA, maka don’t sweat a small stuff in love! Jangan biarkan masalah kecil menjadi perusak suasana asmara Anda dengan istri.

Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW. tidak mempersoalkan masakan istrinya yang terasa kurang enak. Beliau memilih tidak makan atau tidak berkomentar. Atau bagaimana tenangnya Beliau menegur istri-istrinya yang pernah mencela Shafiyah binti Huway sebagai keturunan Yahudi. Setelah itu Beliau tetap akur dengan mereka.

So, jangan jadi suami yang baper. Belajar sabar menghadapi istri, meski butuh waktu.

 

3.Ogah Jadi Pendengar

Bro, perempuan adalah mahluk yang senang berbicara, tepatnya senang curhat. Ketika mereka menikah, sosok yang mereka cari bukanlah yang ‘setipe’ dengan mereka, artinya ‘senang bicara’, tapi sosok yang mau mendengarkan dengan segenap hatinya.

Ketika mereka mendapati sang suami ternyata bukan pendengar yang baik, maka mereka mencari kawan curhat yang lain; teman lama atau …media sosial!

Tidak sedikit istri yang melemparkan uneg-uneg mereka di laman FB, Twitter, instagram, dll. Termasuk mereka buat status tentang suami mereka yang kurang perhatian, ‘merasa sendiri’ dalam keberduaan, atau suaminya yang mau poligami.

Bro, mulailah jadi pendengar yang baik agar istri merasa diperhatikan. Tidak susah dan tidak keluar pulsa. Gratis,tiss, tiss. Simaklah penuturan Umar bin Khaththab ketika ia diminta istrinya untuk ‘begini dan begitu’. Semula ia marah sampai kemudian ia tahu bahwa putrinya sendiri, Hafshah, yang juga istri Rasulullah SAW. pun acapkali memberi masukan kepada Nabi. Maka Umar berkata: “Demi Allah, sesungguhnya kami pada masa jahiliah tidak memperhitungkan posisi kaum wanita sedikit pun, hingga Allah menurunkan ketentuan tentang mereka dan memberikan kepada mereka bagian (hak-hak) mereka.”(HR. Muttafaq ‘alayh)

 

Man, suami yang mau mendengarkan adalah sahabat dalam pernikahan yang tidak membosankan dan menyebalkan.

 

4.Mental Otoriter

Benar qowwam atau kepemimpinan di tangan suami, tapi jenis kepemimpinan suami dalam rumah tangga beda dengan komando dalam kemiliteran. Qowwam yang diperintahkan Allah dalam al-Qur’an adalah kepemimpinan layaknya sulthan/penguasa yang meri’ayah istri sekaligus menegakkan aturan agama. Jadi, kepemimpinan yang penuh kasih sayang dan landasannya iman pada Allah.

Ada suami yang merasa dengan galak dan otoriter, maka wibawa sudah ditegakkan. Yang ada istri dan anak-anak justru akan menjauh dan tidak nyaman. Istri pun merasa disepelekan hak-haknya.

 

5.Sibuk Dengan Hobi

Masih ingat dengan riwayat seorang wanita yang mengadu kepada Khalifah Umar bin Khaththab ra. karena suaminya ‘rajin beribadah’. Lengkapnya pengaduan istri itu sebagai berikut; ‘Wahai Amirul Mu’minin, sesungguhnya suamiku siang hari puasa dan malam hari shalat. Aku tidak senang mengadu kepadanya karena ia menjalankan ketaatannya kepada Allah.’

Khalifah Umar yang tidak paham maksud perkataan perempuan ini malah memuji suaminya. Untungnya ada Ka’ab bin As’adi yang cepat berpikir lalu menyampaikan maksud sebenarnya, yakni perempuan ini mengeluhkan suaminya yang kurang perhatian, bahkan sudah lama tidak menggaulinya.

Kalau lelaki yang sibuk ibadah saja ditegur oleh Khalifah Umar, bagaimana pula suami yang tenggelam sama hobinya? Lebih sibuk mancing, merawat binatang peliharaan, main game online, sedangkan istri dan anak-anak diabaikan.

Bro, istri juga belajar memahami jika suaminya punya hobi atau sesekali having fun sendirian tidak bersama dirinya. Tapi kalau sudah terus menerus sampai menelantarkan istri, itu sudah maksiat namanya.

Cek lagi jadual Anda, bro. Atur waktu untuk bekerja, ngaji, berkumpul dengan keluarga, baru kemudian untuk hobi.

 

6.Lupa Berterima Kasih

Suatu ketika seorang jendral marah kepada istrinya. Merasa sakit hati sang istri kemudian melancarkan aksi ‘mogok’ dan pergi dari rumah. Akhirnya sang jendral kelimpungan menyiapkan keperluan dinasnya karena tak ada ‘asisten pribadi’ yang membantunya.

Bro, tugas istri seperti sepele. Remeh. Memasak, menyiapkan pakaian, mengambilkan sepatu, dan mengingatkan ponsel yang tertinggal, dll. Tapi begitu ia tak ada sungguh seorang suami akan merana.

Suami yang menyebalkan lupa berterima kasih kepada istrinya. Dibalik kegagahan dan kesuksesannya, ada seorang perempuan yang selama ini menopangnya. Mungkin doa dari istri-lah yang diijabah oleh Allah sehingga Anda bisa sukses di pekerjaan, dan selamat bisa sampai pulang ke rumah. Mulailah berterima kasih pada istri, man!

Incoming search terms:

  • Suami beda hobi menyebalkan
  • suami fokus ke hobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *