You Are What Your Sticker

Buat seorang biker seperti saya, salah satu bagian menghibur di jalan adalah membaca stiker yang nemplok pada mobil dan motor orang lain. Mulai yang serius isinya dakwah, motivasi sampai yang bikin saya nyengir kayak kuda (pernah liat kuda nyengir? Saya juga belum pernah sih). Sumpe, saya aja nggak bisa bikin kalimat menggelitik macam itu.

Stiker-stiker macam itu jadi hiburan di tengah kemacetan lalu lintas yang makin edun, para pemakai kendaraan yang makin keblinger dan panas matahari yang kian menyengat. Maka saya perlu mengucapkan terima kasih banget pada pembuat sticker itu dan yang menempelkannya. Syaraf yang agak tegang bisa kendor sedikit.

Misalnya ada pemilik motor yang dengan pedenya menempelkan tulisan “Cintamu Tak Semurni Bensinku” bisa-bisanya cinta dikalibrasi dengan BBM, jangan-jangan yang punya tuh motor pegawai SPBU. Sekalian saja diukur angka oktannya berapa, supaya pembakarannya sempurna…hehehe

Ada juga yang pasang stiker “Motor Cicilan Enak Disetar Nggak Enak Disetor” nah, kalo ini bisa jadi curhat pemiliknya yang udah megap-megap bayar cicilan motor kena jerat leasing. Atau bisa jadi nyindir pemilik motor-motor anyar yang bergaya tapi sebenarnya tunggakan mereka 16 bulan lagi. Mirip dengan stiker itu ada juga stiker berlabel “Ikatan Motor Bebas Angsuran”, jelas aja palsu. Mana ada asosiasi atau perhimpunan bikers macam begitu.

Stiker yang ngeres bin mesum juga ada. Misalnya ada stiker bertuliskan “Playboy; Anti Kekerasan Suka Kekenyalan”, atau “VIP: Very Impressive P***s”. Si pembuat stiker dan yang menempelnya pede dan merasa sah saja, karena kan belum ada regulasi yang mengatur pornografi pada stiker. a’udzubillahi min dzalik!

Tapi sadar atau tidak, stiker itu memang bisa jadi kampanye berbagai isi pikiran kita. Para aktifis dakwah sering menempelkan pesan-pesan dakwah mereka di helm atau di motor. Saat musim kampanye – pemilu nasional atau pilkada – aneka stiker yang mendukung salah satu calon kepala daerah atau parpol, menempel di helm, motor dan mobil yang sliweran di jalan raya.

Nggak salah kayaknya kalau saya katakan “Your Are What Your Sticker”. Sebagian kepribadian orang atau status sosialnya nggak hanya dilihat dari jenis dan tahun keluaran kendaraannya, tapi juga dari stiker yang nempel di bodi kendaraan mereka. Rasanya aneh aja kalau ada ustadz yang nempelin stiker bertuliskan “Buronan Mertua”. Gubrak!

Jadi hati-hati menempelkan stiker pada motor atau helm, atau mobil ataupun becak tarikan Anda. Orang bisa menghakimi kita karena stiker yang kita tempel. Kita bisa dicap dai, sleboran, atau otak mesum gara-gara stiker-stiker tadi.

Yang paling pokok, kita bertanggung jawab kepada Allah atas bukan saja atas apa yang kita ucapkan, tapi juga yang kita tempel. Astaghfirullah al-‘azhim.

Incoming search terms:

  • sticker line paling mesum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *