Waspadai Toxic Relationship Dalam Pernikahan

sumber: Photo by freestocks.org from PexelsPernikahan itu kan untuk bahagia. Kompak dengan pasangan, romantis, kebutuhan biologis terpenuhi secara wajar, dan bisa saling mengerti dan memaafkan. Tapi, bagaimana bila relasi dengan pasangan justru berbeda dengan harapan? Dingin, mudah bertengkar, dan berujung pada depresi saat hidup bersama. Inilah yang disebut sebagai toxic relationship, hubungan beracun dalam pernikahan.

Terkadang pasangan bisa merasakan kalau hubungan di antara mereka sebenarnya sudah tidak sehat. Namun mereka sulit mengidentifikasi kalau relasi di antara mereka mengarah pada hubungan yang beracun. Tidak seperti sianida yang langsung mematikan, toxic relationship ini akan bertumpuk dahulu sebelum kemudian membuat kolaps hubungan suami-istri.

Sebelum hubungan dengan pasangan berubah menjadi racun, sebaiknya suami maupun istri segera mengintrospeksi perjalanan pernikahan. Membaca tanda-tanda hubungan agar bisa segera mencegah munculnya toxic relationship di antara mereka berdua.

1.  No Romantis, Hanya Rutinitas

Pernikahan mulai dihinggapi hubungan beracun ketika pernikahan mulai kehilangan rasa cinta, perhatian dan kasih sayang, berubah jadi rutinitas. Sarapan pagi atau makan malam yang biasanya ada obrolan dan candaan, hanya jadi rutinitas mengganjal perut.

 

2.  Minim Komunikasi & Perhatian

Hubungan yang sehat ditandai dengan saling membantu. Namun ketika relasi beracun sudah berjalan, pasangan jarang mau terlibat membantu secara emosional maupun secara fisik saat masalah datang. Dia mencari berbagai alasan agar dibenarkan tidak terlibat dalam persoalan yang dihadapi pasangan. Kondisi ini terjadi karena dia merasa sudah kehilangan hubungan persahabatan yang sehat.

Pasangan juga semakin irit berkata-kata. Dia berusaha untuk tidak banyak berkomunikasi. Kalaupun menjawab pertanyaannya singkat saja. Dan ketika ditanya keadaannya jawaban yang sering terlontar, “Aku baik-baik saja kok. Nggak ada apa-apa.”

 

3.  Sibuk Dengan Dunia Masing-Masing

Toxic relationship membuat masing-masing sibuk dengan agenda sendiri. Mungkin ada suami yang sibuk dengan pekerjaan, hobi, komunitas, atau istri yang juga sibuk dengan komunitas, mengurus anak, atau dengan dunia pengajiannya sendiri. Intinya, pasangan yang sudah mengidap relasi beracun ini meminimalisir kontak antar mereka. Keduanya sudah saling acuh tak acuh, dan memilih sibuk dengan dunia masing-masing.

 

4.  Jadi sering bertengkar

Tahap lebih berat dari toxic relationship adalah pertengkaran jadi sering terjadi. Masalah yang kecil saja bisa memicu keributan. Hampir sulit menghindari pertengkaran karena tensi emosi hubungan Anda dengan pasangan sudah meninggi. Kalaupun tidak terjadi pertengkaran, hubungan makin terasa dingin. Dalam situasi yang lebih parah, pertengkaran bisa meningkat menjadi kekerasan dalam rumah tangga baik secara verbal maupun fisik.

 

5.  Frekuensi Hubungan Intim Berkurang

Seiring meningkatnya kadar ‘racun’ dalam pernikahan, kedekatan dan kehangatan kian memudar, keinginan untuk melakukan hubungan intim otomatis berkurang. Pasangan yang sudah mengalami toxic relationship kehilangan gairah dan kemesraan untuk melakukan sentuhan dan hubungan seks. Dalam kasus yang lebih parah, berbulan-bulan bisa tidak melakukan hubungan suami-istri sama sekali. Bagaimana bisa melakukan kontak seksual, untuk berdekatan saja sudah enggan.

 

Ini beberapa indikasi kuat bila hubungan dengan pasangan sudah terkena relasi beracun. Penting bagi suami dan istri untuk segera melakukan revisi; meninjau kembali arah pernikahan, serta mengingat alasan mengapa dulu begitu yakin ingin berumah tangga dengan pasangan. Dalam tulisan berikutnya akan dibahas apa saja yang bisa dilakukan untuk menghilangkan toxic relationship dalam pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.