Usia Bukanlah Sekedar Angka

age“Age is just a number,” begitulah kata sebagian orang. Usia hanyalah angka, kata mereka. Ia memang bilangan. Tapi bukan sekedar bilangan. Usia adalah kumpulan jatah hari yang kita habiskan dalam hidup ini. Setiap bertambah usia kita berarti semakin berkurang sisa hari kita di dunia.

Sayangnya kita sering tertipu dengan angka, tepatnya oleh usia. Karena usia dilambangkan dengan bilangan positif, kita sering lupa bahwa bertambah besarnya bilangan itu sebenarnya menunjukkan eksistensi kita di dunia tidak lama lagi akan berakhir. Apa reaksi orang ketika diberitahu usianya sekarang 40 tahun? Mungkin lebih banyak yang bergembira ketimbang yang berduka. Wow, now forty years-old! Life begin at forty! Bisa jadi begitu respon kegembiraan yang terucap.

Coba seandainya usia kita disimbolkan dengan bilangan negatif yang menunjukkan sisa waktu, reaksinya jelas akan berbeda. “Wah, sekarang usia Anda sudah minus 2 tahun, atau minus 2 minggu, atau malah minus 2 hari.” Banyak orang mungkin stress. Depresi, karena tahu tak lama lagi ia akan dijemput kematian.

Sudah terlalu banyak alim ulama yang mengingatkan pentingnya arti hidup juga mati. Yahya bin Muadz ar-Raziy rahimahullah mengungkapkan;

Amatlah beruntung, orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya,

Orang yang membangun kuburan sebelum ia memasukinya,

dan orang yang mendatangkan ridla Rabbnya sebelum ia menemuiNya.

Saya khawatir yang mengatakan ‘age is just a number’ adalah orang-orang yang ingin mengecoh dirinya sendiri dari kenyataan. Bahwa dengan bertambahnya usia sebenarnya ia akan semakin lemah dan akhirnya mengering, mati. Saya teringat dengan sebuah wawancara Asisten Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo tak berapa lama sebelum ia meninggal. Ia juga mengatakan age just a number. Ia pun lalu mendaki gunung Tambora di usianya yang kian senja, 60 tahun, dan akhirnya meninggal di sana. Man, usia bukanlah sekedar angka.

Bila kita mengaku beriman akan adanya kematian dan alam akhirat, maka usia adalah indikasi nyata bahwa ajal itu justru kian mendekat. Entah berapa lama, biarlah itu rahasia Rabb kita semua. Bagi kita, yang paling penting bukanlah menanyakan kapan saat itu tiba, tetapi berpacu dalam amal soleh dan perjuangan menegakkan kalimatullah dalam umur yang masih Allah sisakan bagi kita. Menjadikan setiap amal kita berharga dan berkualitas di hadapan Allah SWT. Itulah yang Allah minta dari usia kita. Semoga Allah memberkahi usia kita dan menjadikan kita insan yang istiqomah hingga saat berjumpa denganNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.