Solusi Kemanusiaan Dalam Agresi Israel Ke Palestina Adalah Perangkap

pray-for-gaza-wallpaper-editIni konflik kemanusiaan, bukan konflik agama!
Setiap kali Israel melancarkan agresi brutalnya ke wilayah Palestina, seperti Gaza, dunia nyaris tak berdaya. PBB yang dianggap sebagai induk organisasi semua negara di dunia hanya mau mengecam dan menyerukan perdamaian. Tak ada tindakan riil untuk menghentikan serangan membabi buta militer Israel.
Tak usah berharap pada PBB karena lembaga internasional itu memang diciptakan untuk dikooptasi oleh negara-negara besar seperti AS dan Inggris. Sudah puluhan kali AS memveto resolusi PBB yang mengecam tindakan Israel.
Serangan bertubi-tubi kepada rakyat Palestina kian lama mengundang simpati banyak pihak. Tidak saja kaum muslimin, tapi masyarakat lintas agama dan negara juga meneriakkan protes keras terhadap agresi Israel. Bagi mereka ini adalah petaka kemanusiaan. Bagaimana warga Gaza tanpa pertahanan, tanpa bunker, tanpa senjata memadai harus menerima gempuran artileri berat militer Israel.
Dunia memandang bencana yang menimpa Palestina sebagai tragedi kemanusiaan. Militer Israel tak pandang korban yang mereka hancurkan; anak-anak, wanita, orang tua, muslim ataupun bukan muslim menjadi korban. Kejadian ini menimbulkan simpati kemanusiaan yang luas.
Sayangnya tema kemanusiaan ini justru yang menjadi tema utama sekaligus solusi persoalan Israel-Palestina. Bahkan di kalangan aktifis muslim tema kemanusiaan pun menjadi trending topic sekaligus cara pandang mereka dalam tragedi ini. Padahal, banyak kerancuan dan kekeliruan dalam cara pandang ini. Bahkan tema kemanusiaan sudah menggeser persoalan sebenarnya; pencaplokan tanah Palestina oleh Zionis Israel.
Ada beberapa kesalahan fatal bila kita memandang persoalan Palestina-Israel sekedar masalah kemanusiaan:

  1. Solusi kemanusiaan terbatas meminta gencatan senjata, khususnya meminta Israel menghentikan agresinya ke wilayah Palestina. Tapi apakah bisa menuntut balas atas agresi Israel ke Palestina?
  2. Solusi kemanusiaan hanya menitikberatkan pada bantuan logistik bagi warga Palestina, lalu Israel sang penjahat akan diapakan? Siapa yang akan menghukum Israel?
  3. Solusi kemanusiaan akan meminta agar Palestina dan Israel dapat mencapai kesepakatan perdamaian. Artinya, dunia dan kaum muslimin harus mengakui keberadaan Israel di atas tanah Palestina. Solusi ini jelas mengabaikan realita bahwa Israel hidup di atas tanah kaum muslimin yang mereka kuasai dengan cara penjajahan.
  4. Solusi kemanusiaan membuat orang akan lupa bahwa tanah Palestina telah terikat dengan perjanjian Umariyyah (al-Ihda al-Umariyyah) yang dibuat Amirul Mu’minin Umar bin Khaththab ra. dengan Sofronius, di antara isinya mengharuskan setiap warga Yahudi harus angkat kaki dari tanah Palestina.
  5. Solusi kemanusiaan menghilangkan kewajiban berjihad fi sabilillah bagi kaum muslimin untuk mengusir agresor Israel. Memang warga Palestina tak semuanya muslim, tapi tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin. Dan wajib hukumnya bagi kaum muslimin untuk mengusir militer Israel sepenuhnya dari tanah Palestina. Tapi dengan tema kemanusiaan umat Islam akan dibuat merasa cukup menolong warga Palestina dengan bantuan dana dan logistik.

Kesimpulan; tema kemanusiaan dalam konflik Israel-Palestina ditujukan untuk mereduksi penyeselesaian sesuai hukum syara’. Padahal justru hukum syara’-lah yang dapat menyelesaikan penjajahan Israel di atas tanah Palestina. Tak ada opsi lain bagi kaum muslimin selain menyelesaikan persoalan ini selain dengan syariat Islam. Untuk itu Gaza, Palestina, membutuhkan jihad dari pasukan kaum muslimin. Ya, memang hanya JIHAD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.