Pernikahan Kita Bukan Pernikahan Cinderella

bukan cinderella    Suatu pagi di dalam commuter line menuju Jakarta, Allah mempertemukan saya dengan kawan lama. Setelah ngobrol soal pekerjaan topik pembicaraan beralih ke tema yang lebih serius; pernikahan. “Kang, saya bertemu dengan empat orang kawan saya yang sudah menikah. Keempat-empatnya kini sudah bercerai, padahal umur pernikahan mereka belum dua tahun, malah ada yang baru setahun,” tuturnya serius. Saya menyimak.
“Yang membuat saya heran, mereka semua dan istri-istrinya adalah para pengemban dakwah,” tambahnya dengan suara perlahan.
Saya terdiam. Beberapa waktu kemudian saya teringat dengan buku lama yang pernah saya tulis Bukan Pernikahan Cinderella. Buku itu bukan saja diniatkan sebagai jembatan migrasi bagi saya yang dikenal sebagai penulis buku remaja, tapi juga untuk menjawab beberapa kegundahan saya. Kegundahan itu adalah gambaran bahwa pernikahan yang berbahagia dapat ditempuh tanpa pengorbanan bahkan mungkin tanpa air mata.
Kita, saya, termasuk para pemuda-pemudi yang bergerak sebagai aktifis dakwah, sering terbuai dengan romantika pernikahan yang indah. Suami yang aktifis, rajin bekerja, rizki lancar dan tsaqofah pun mantap. Istri cantik, pengertian, aktifis, setia, rajin memasak dan setia setiap saat.
Saya tidak menyalahkan buku-buku motivasi pernikahan yang isinya sarat dengan keindahan pernikahan. Ya, wajar karena memang para penulisnya bertujuan memotivasi pembaca agar menyegerakan dan memudahkan pernikahan.
Tapi menyegerakan bukanlah tergesa-gesa. Memudahkan bukanlah menganggap mudah. Sayang, sisi ini yang jarang tergarap oleh para penulis pernikahan dan para pembaca, termasuk para aktifis dakwah.
Beberapa tahun silam ketika saya mulai belajar menulis buku-buku pernikahan, seorang aktifis dakwah dengan nada nyinyir mengomentari buku-buku yang saya tulis, “Buku-buku Iwan Januar itu melemahkan semangat dakwah.”
Oke, saya anggap pernyataan itu sebagai komentar dari satu sudut pandang yang lain. Dari pihak yang telah mapan berumah tangga dan stabil di jalan dakwah. Tapi tahukah dia, bahwa bagi pasangan muda membuat rumah tangga menjadi stabil membutuhkan perjuangan dan panduan. Dan itu tidak bisa mereka dapatkan dari pekikan takbir di saat tabligh akbar atau orasi yang membakar semangat melawan imperialisme dan liberalisme?
Bahwa banyak anak-anak muda yang saat menikah kebingungan menghadapi mertua yang bawel, mensiasati keuangan agar bisa sampai ke akhir bulan, atau belajar beradaptasi hidup bersama dengan orang lain.
Saya berusaha melihat rumah tangga dari sudut pandang kewaspadaan, atau katakanlah negative thinking. Maka dari sana saya membuat buku Bukan Pernikahan Cinderella agar bisa berbagi ‘kesusahan’ dan tentu solusinya bagi banyak pasangan muda.
Maka saya meringis saat mendengar cerita kawan lama tadi. Empat orang bercerai dengan usia pernikahan kurang dari dua tahun dan mereka adalah penggiat dakwah. Mereka mungkin bagian dari pasangan muda yang kehilangan arah di jalan pernikahan. Yang berangkat menuju pernikahan dengan semangat tinggi tapi tidak membekali diri dengan kesiapan mental dan ilmu.
Berumah tangga tidak cukup hanya bermodal semangat dan mimpi indah. Pernikahan membutuhkan life skill, ketrampilan hidup. Dan itu tidak datang secara otomatis, tapi datang dari pembelajaran. Ikhwan dan akhwat yang akan menikah harus belajar pengendalian diri. Menikah tidak cukup modal percaya, tapi belajar, belajar dan belajar.
Di buku Bukan Pernikahan Cinderella saya berusaha berbagi apa yang bisa saya bagi dari kekhawatiran saya tentang sebuah pernikahan. Agar kita semua sadar bahwa pernikahan yang kita jalani bukanlah pernikahan Cinderella, yang saat ia berjumpa dengan pangeran impian lalu hidup berbahagia after and forever. Tapi pernikahan kita adalah pernikahan antar manusia yang memiliki emosi dan harapan. Semoga kita terus mau belajar arti sebuah pernikahan. 

Incoming search terms:

  • cerpen remaja bukan pernikahan cinderella
  • pernikahan cinderella
  • bukan pernikahan cinderella
  • bukan pernikahan cinderela
  • download buku bukan pernikahan cinderella
  • download ebook bukan pernikahan cinderella
  • download PDF bukan pernikahan cinderella
  • download pdf novel pernikahan
  • e book bukan pernikahan cinderella
  • bukan pernikahan cinderella pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *