Mau Dibawa Kemana Remaja Kita?

abuseTertunduk lesu seorang remaja putri berinisial N melakukan serangkaian adegan rekonstruksi di bawah pengawasan polisi. Ia adalah siswi SMA di Gunung Putri Bogor yang tertangkap polisi melakukan pembakaran terhadap bayi yang baru saja dilahirkannya. Malu, panik, kalut dan marah karena melahirkan bayi hasil hubungan gelap entah dengan siapa, remaja putri yang masih duduk di bangku SMA itu langsung membakar anak kandungnya sendiri. Warga yang lewat menemukan bayi itu tewas mengenaskan dengan luka bakar parah. Sang ibu, yang masih remaja, ditangkap polisi di rumahnya yang berjarak hanya 20 meter dari TKP dalam keadaan lemah usai melahirkan. Hingga tulisan ini dibuat belum diketahui siapa ayah dari bayi malang itu.

 * * * *

 Ibu mana yang tak kaget menemukan bayi dalam lemari di rumahnya sendiri. Ketika sang ibu hendak mengambil laptop di dalam lemari, ia malah menemukan bayi yang ternyata anak dari putrinya yang masih duduk di bangku SMA. Peristiwa ini terjadi Bantul, Jawa Tengah. Mawar, sebut saja namanya begitu, yang masih berusia 16 tahun melahirkan bayi hasil hubungan di luar nikah dengan kekasihnya, tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Ia sengaja menyembunyikan bayi itu dalam lemari agar tak ketahuan siapapun, dan juga karena ia harus bersekolah dari pagi hingga siang. Meski mengalami dehidrasi akut, bayi itu akhirnya bisa diselamatkan.

 * * * *

Tidak ada yang menyangka siswa SMA bernama DS memiliki otak keji. Siswa SMA yang pendiam ini tega membunuh dua siswi MTs bahkan mencabuli jasad salah satu korban. Berawal dari perkenalan di jejaring sosial DS memancing mereka untuk janjian bertemu. Entah karena gagal mencabuli mereka, terjadilah percekcokan. Terjadilah pembunuhan dan pencabulan itu. Peristiwa ini menggegerkan warga Gresik. Tapi yang lebih menggegerkan lagi pengakuan DS yang masih duduk di bangku SMA ini, ia sudah memperkosa sejumlah remaja putri yang dikenalnya di jejaring sosial. Modusnya sama, janjian untuk bertemu lalu mereka jatuh dalam perangkap busuk DS. Hanya saja tak ada yang berani melaporkan perbuatan bejatnya sampai kemudian ia membunuh dua siswi malang.

 * * * *

Berita-berita seperti ini tentu mengenaskan. Bagaimana remaja-remaja kita dengan mudahnya melakukan seks di luar nikah, atau melakukan tindakan brutal seperti memperkosa dan membunuh. Tapi saya mulai khawatir nurani bangsa kita mulai mengering, karena begitu seringnya berita-berita seperti ini dimuat di media massa. Sehingga ada kesan; hal ini masalah biasa!

Remaja kita juga mulai cuek dengan keselamatan diri mereka sendiri. Khususnya remaja putri, kasus kejahatan sexual abuse yang berawal dari perkawanan di media sosial sebenarnya sudah sering terjadi, tapi mereka seperti tak ambil pusing. Terus saja kejadian demi kejadian terulang. Mungkin hampir setiap minggu kita akan disuguhi berita yang sama dengan modus yang sama.

Tentu bukan sekedar salah remaja. Kaum teenager ini dimana-mana adalah produk budaya, dan kali ini budaya yang berkuasa adalah hedonisme-liberalisme. Orang tua sibuk dengan pekerjaannya, beraktifitas di luar rumah, tak membekali anak dengan norma agama, lingkungan juga semakin cuek, maka tercetaklah remaja-remaja seperti ini.

Bisakah kita belajar dari pengalaman? Bahwa sekulerisme dan ‘anak turunannya’ sudah merusak umat ini hingga ke dalam kamar tidur kita di rumah? Demokrasi dan HAM yang ditahbiskan bak dewa hanyalah melahirkan sampah peradaban dalam skala besar.

Maukah kita jujur kepada nurani kita, bahwa kita adalah muslim yang semestinya percaya pada janji Allah? Bahwa Ia akan buka berkah dari langit dan bumi jika penduduk negeri itu beriman dan bertakwa? Syaratnya adalah iman dan takwa. Tunaikan hak Allah dan kerjakan syariatNya, selebihnya Allah yang akan membalas dengan sebaik-baik balasan.

Sayang, rakyat, politisi dan para decision maker negeri ini tak mau beranjak dari pola pikir sekulerisme yang sesat dan menyesatkan. Maka saya hanya tersenyum getir ketika membaca postingan seorang kawan bahwa di salah satu buku paket pelajaran SMA dicantumkan materi PACARAN YANG SEHAT. Segera saya minta ebook buku itu, saya baca, dan saya tertawa getir. Mau dibawa kemana remaja kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.