
Jadikan hari raya Idul Fitri momen pengajaran agama untuk anak dan keluarga. Agar hari raya agung tersebut jangan sekedar ajang senang-senang apalagi flexing kekayaan pada orang lain. Penting juga jadikan momen hari raya ajang dakwah tentang wajibnya kesatuan umat dalam berhari raya
Nasihat penting ulama dalam setiap hari raya/Id adalah;
لَيْسَ الْعِيد لِمَنْ لَبْسَ الْجَدِيدَ وَلَكِنَّ الْعِيدَ لِمَنْ تَقْوَاِهِ يَزِيدُ
Bukanlah hari raya bagi orang yang menggunakan segala sesuatu yang serba baru, tetapi hari raya adalah bagi orang yang bertambah ketakwaannya.
Saatnya kita manfaatkan hari raya Idul Fitri sebagai momentum pembelajaran di dalam keluarga. Terutama untuk anak-anak, kesempatan lebaran jangan berlalu sekedar makan, minum dan pakaian baru. Jadikan lebaran bermakna untuk keluarga. Seperti pesan ulama di atas, hari raya bukanlah soal baju baru dan makanan lezat. Tapi hari raya adalah soal bertambahnya ketakwaan.
Apa saja yang bisa diajarkan pada keluarga tentang makna hari raya?
- Hari raya adalah hari terbaik untuk kaum muslimin
Tidak ada hari yang begitu baik dibandingkan hari raya umat lain di dunia, melainkan hari raya kaum Muslimin. Idul fitri dan idul adha. Rasulullah Saw bersabda:
قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ، وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا، يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ.
Aku telah mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa Jahiliyyah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik dari itu yaitu hari Nahr (‘Idul Adh-ha) dan hari Fithr (‘Idul Fithri). (HR. Abu Daud)
Jadi, pantas kita bergembira dan berbahagia di hari raya. Ini adalah hari terbaik yang Allah hadiahkan untuk kaum muslimin. Mengalahkan hari raya umat lain di dunia.
- Kesempatan Bersafar Sunnah
Safar untuk keperluan pulang ke kampung halaman termasuk sunnah. Ada tujuan bersilaturahim di dalamnya. Inilah kesempatan mengajarkan pada anak dan keluarga adab-adab safar seperti meluruskan niat, memperhatikan unsur kepemimpinan dalam safar, seputar salat jama dan qasar untuk jarak tempuh yang jauh.
Ibrah lain yang penting dalam safar adalah bersabar dalam perjalanan. Nabi Saw bersabda:
السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ
Bepergian (safar) itu adalah sebagian dari siksaan, yang menghalangi seseorang dari kalian dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila dia telah selesai dari urusannya hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya. (HR. Bukhari)
- Momen silaturahim dengan karib kerabat
Saling berkunjung dan agenda silaturahmi memang bukan syarat ataupun rukun hari raya. Namun untuk muslim di tanah air kesempatan pertemuan keluarga besar yang paling memungkinkan adalah saat hari raya. Saat itu serentak liburan nasional. Ajang silaturahmi ’akbar’ pun bisa diadakan di momen gembira tersebut.
Merutinkan silaturahmi menjadi penting karena sadar atau tidak ikatan keluarga semakin menipis di masa sekarang. Banyak orang yang tidak mau menyempatkan diri mengunjungi kerabatnya. Bisa karena alasan sibuk, namun ada juga yang membatasi diri hanya dengan video call tanpa mau berkunjung langsung ke kediaman karib kerabat. Hari raya jadi salah satu wasilah mengajarkan anak dan keluarga untuk menjaga ikatan keluarga ini.
- Ajang berbagi
Selain zakat fitrah yang wajib ditunaikan, hari raya juga kerap menjadi kesempatan umat Muslim di tanah air untuk saling berbagi. Sekali lagi, ini tidak ada kaitan dengan peribadatan di hari raya. Namun kaum muslimin di Indonesia umumnya banyak yang mendapat limpahan rizki di hari raya seperti THR, meningkatnya perdagangan, dsb. Jadilah hari raya kesempatan untuk berbagi rizki pada kerabat dan tetangga.
Pelajaran ini begitu penting untuk anak dan keluarga tentang saling berbagi. Dengan saling memberi maka semakin kuat rasa cinta dan sayang pada sesama. Sesuai sabda Nabi Saw:
تَهادُوا تَحابُّوا
Saling memberi hadiahlah kalian; niscaya kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari)
- Menghidupkan sunnah Idul Fitri
Terakhir, tentu saja jangan melupakan adab-adab pelaksanaan Idul Fitri. Selain salat Id yang hukumnya adalah sunnah, penting juga memperhatikan adab lain seperti sarapan sebelum menunaikan salat, memakai pakaian terbaik (bukan terbaru apalagi mahal), mengumandangkan takbir hingga sore hari, dsb.
Jangan lupa jadikan kesempatan silaturahim dan hari raya ini kesempatan berdakwah. Utamanya pembahasan wajibnya kesatuan umat dalam mengawali dan mengakhiri Ramadhan. Termasuk bersatu dalam perayaan hari raya Idul Fitri. Sebab, itu adalah pendapat yang rajih/kuat dari yang diajarkan para ulama salaf. Sebab perbedaan awal Ramadhan dan hari raya adalah lebih karena unsur politis ketimbang pembahasan fikih.

Leave a Reply