KTT Liga Arab Ke-33; Drama Politik Yang Basi

https://hidayatullah.com/berita/2024/09/10/279350/pertama-kalinya-dalam-13-tahun-turki-diundang-ktt-liga-arab.html

 

Para pemimpin tersebut seperti orang linglung yang mencari kacamatanya yang disangka hilang padahal sedang ia pakai. Atau seperti anak yang melipat payungnya di musim hujan karena khawatir basah. Alih-alih mengirim pasukan untuk menghentikan genosida mereka malah beretorika.

 

KTT Liga Arab di Istana Bakhir, Bahrain, telah berakhir. Perhelatan itu dihadiri 22 perwakilan negara negara-negara Arab dan dunia Islam. Tema utama yang dibahas adalah persoalan Israel-Hamas di Jalur Gaza, selain juga membahas beberapa isu politik dan ekonomi yang menjadi perhatian dunia Arab selama KTT tersebut.

Tidak ada hal baru yang benar-benar menjadi terobosan untuk genosida yang terjadi di Gaza. Juga tidak ada tindakan nyata untuk menghukum negeri zionis atas agresi kejinya. Para pemimpin Arab dan dunia Islam hanya melakukan politik retorika. Hal yang berkali-kali mereka lakukan dan sebenarnya mereka tahu bahwa itu tidak akan menyelesaikan persoalan Gaza. Kecaman juga berbagai resolusi dari PBB tidak pernah mempan untuk menghentikan kebiadaban zionis.

Para peserta, misalnya, menyerukan pencabutan pencabutan status keanggotaan Israel di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu hukuman atas genosida Tel Aviv ke Jalur Gaza Palestina. Ini adalah seruan percuma, karena yang berkuasa di PBB bukanlah Sekretaris Jenderal PBB, tapi negara-negara Barat pendukung zionis terutama Amerika Serikat. Sudah 46 resolusi PBB terhadap entitas Yahudi batal karena diveto Amerika Serikat.

Seruan KTT Liga Arab semakin membuka sikap politik mereka yang tidak ada itikad serius dan jauh dari prinsip ajaran Islam terhadap persoalan Gaza dan Palestina. Di sana, para peserta menuntut gencatan senjata segera dan permanen di Gaza, penghentian semua upaya pengungsian paksa, diakhirinya segala bentuk pengepungan dan memungkinkan akses penuh dan berkelanjutan terhadap bantuan.

Tuntutan-tuntutan itu adalah pernyataan politik untuk mengaburkan persoalan yang sebenarnya di Gaza, dengan dua sebab; pertama, karena bermakna mengandung pengakuan terhadap eksistensi negara zionis sekaligus membenarkan okupasi terhadap wilayah Palestina. Juga bermakna para pemimpin Arab dan dunia Islam merestui kehadiran entitas Yahudi terus menjajah bumi Palestina.

Kedua, Pernyataan ’gencatan senjata’ juga menunjukkan para pemimpin dunia Islam melihat yang terjadi di Gaza bukan genosida, tapi perang. Mereka seperti tidak berpikir apakah namanya perang bila 75 persen korban adalah anak-anak dan perempuan, bahkan lansia dan penyandang disabilitas? Belum lagi tenaga medis, atau jurnalis, dan tenaga UNHCR? Apakah namanya perang yang pantas ada gencatan senjata sementara area yang dibombardir adalah rumah sakit, sekolah, juga dapur umum?

Apakah para peserta KTT Liga Arab itu tidak tahu bahwa negara zionis itu sudah berkali-kali mengabaikan tekanan dan ancaman dunia? Apakah mereka tidak tahu kalau PBB sudah mengeluarkan 45 resolusi terkait entitas Yahudi tapi tak satupun digubris? Maka bagaimana mereka bisa yakin kalau seruan mereka bakal diiikuti Netanyahu?

Allah Swt sudah mengingatkan kita tentang karakter kaum Bani Israil yang keras kepala dan zalim. Seperti saat menentang ajakan Nabi Musa as untuk beriman kepada Allah. Padahal mereka baru saja diselamatkan Allah dari kejaran Fir’aun dan pasukannya. Firman Allah Swt:

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. (TQS Al-Baqarah [2]: 55)

Para pemimpin tersebut seperti orang linglung yang mencari kacamatanya yang disangka hilang padahal sedang ia pakai. Atau seperti anak yang melipat payungnya di musim hujan karena khawatir basah. Para peserta itu adalah para kepala negara yang memiliki kekuatan militer besar; pasukan kuat dan persenjataan lengkap. Seharusnya itu mereka mengirim pasukan untuk menghentikan genosida dan mengusir mereka secara tuntas dari tanah Palestina.

Para pemimpin Arab itu sudah menjadi mata rantai kepentingan AS di Timur Tengah. Karenanya mereka tidak akan pernah mau mengusir negara zionis dari negeri Palestina. Sebagian dari mereka malah terang-terangan menjalin hubungan dengan para pembunuh kaum muslimin. Mereka juga mencari keuntungan lewat hubungan perdagangan dengan negara zionis. Sementara saudara seiman terus dibombardir ribuan bom mematikan.

Kaum muslimin juga baru saja melihat dengan mata terbuka rezim Asisi di awal November mengizinkan kapal Catherine dari Jerman melewati Terusan Suez membawa bom menuju negeri zionis.  Itu pula yang dilakukan para penguasa Yordania, UAE, dan Maroko. Padahal, Spanyol saja menolak kedatangan kapal tersebut ke pelabuhan mereka. Artinya, KTT Liga Arab kemarin diisi oleh para pengkhianat Gaza dan kaum muslimin.

Pada titik inilah, agenda-agenda politik seperti KTT Liga Arab hanyalah drama politik untuk menyelamatkan muka para penguasa dunia Arab dan Islam. Agar mereka tidak terlalu malu di hadapan rakyat kalau mereka berdiam diri dari genosida di Gaza. Berbagai pernyataan yang dihasilkan dalam KTT tersebut hanyalah pengulangan retorika kosong. Para pengujarnya juga tahu kalau agenda mereka akan diabaikan oleh PBB, zionis, dan negara-negara Barat.

Umat Muslim seharusnya bertindak sesuai tuntunan Islam, bahwa agama ini mewajibkan umat untuk mengusir dan memerangi siapa saja yang mengusir dan memerangi kaum muslimin. Firman Allah Swt:

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (TQS. Al-Baqarah [2]: 191).

Untuk itu umat harus membangun persatuan yang genuine, asli, yang bersumber dari akidah. Bukan datang dari kepentingan politik dan kepura-puraan. Selanjutnya, membangun kekuatan adidaya untuk melindungi umat, termasuk mengusir zionis dari tanah Palestina. Kekuatan itu hanya satu, Khilafah Islamiyyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.