IOC Sama Seperti FIFA; Jauhi Fairplay, Pakai Standar Ganda

 

Olahraga bukan lagi mainkan fairplay, tapi standar ganda. IOC dan FIFA mati-matian bela Israel, serukan boikot pada negara yang lawan kepentingan Barat.

 

Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Rabu (22/10/2025) menekan Indonesia dengan menangguhkan seluruh pembahasan terkait kemungkinan tawaran tuan rumah Olimpiade oleh Indonesia. OIC juga mendesak federasi olahraga internasional untuk tak menyelenggarakan ajang olahraga di Indonesia.

Kebijakan IOC diambil setelah Pemerintah RI secara resmi menolak pengajuan permohonan visa delegasi senam Israel yang hendak mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta pada pertengahan bulan ini. Penangguhan itu dinyatakan OIC akan berlaku sampai Indonesia memberikan jaminan tertulis semua atlet, tanpa memandang kewarganegaraan dapat berpartisipasi di kejuaraan pada masa mendatang.

Sikap IOC adalah kemunafikan besar. Lembaga ini pernah melarang atlit Rusia dan Belarusia ikut serta sebagai negara partisipan dalam cabang olahraga beregu di Olimpiade Paris 2024 karena perang di Ukraina.

OIC juga tidak menghukum Inggris yang menolak visa atlit Iran tenis meja Iran, Yasin Shoari gagal dilaporkan gagal mengikuti kejuaraan ITTF Hopes Programme. Di tahun 2022, Inggris juga menolak visa kontingen Taekwondo Iran yang seharusnya mengikuti Kejuaraan Dunia Taekwondo di Manchester. Namun lagi-lagi OIC tidak menyerukan boikot terhadap Inggris.

Sikap OIC sama seperti FIFA yang tetap mengizinkan tim sepakbola Israel dan tim-tim liga profesionalnya berlaga di pentas internasional. Tapi FIFA melarang keikutersertaan tim sepakbola Rusia di berbagai pentas dunia. FIFA juga berencana menjatuhkan sanksi pada timnas Norwegia karena ulah penontonnya yang menyerukan dukungan pada Palestina dan mengecam timnas Israel. Aksi penonton itu dilakukan saat laga timnas Norwegia versus Israel di babak penyisihan Piala Dunia 2026 yang dimenangkan Norwegia 5-1.

Sebagai lembaga olahraga sikap ini jauh dari kata fairplay. Justru standar ganda dan sikap hipokrit yang mereka mainkan. Tidak lain untuk mendukung imperialisme Barat di berbagai penjuru dunia, terutama di kawasan Timur Tengah, apalagi Palestina. Benarlah firman Allah SWT:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا۟ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ ٱلْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (TQS. Ali Imran [3]: 118)

Lembaga-lembaga itu sudah hilang nalar dan perasaan kemanusiaan. Bagi mereka nyawa penduduk Gaza; anak-anak, perempuan, lansia, dan semua korban tidak ada artinya. Di mata mereka kekejaman zionis Yahudi seperti pembantaian, pembakaran warga, penyiksaan, pemerkosaan pada tawanan, dan pencurian organ tubuh hal yang bisa diabaikan.

Seruan HAM atau fairplay di lapangan olahraga adalah topeng untuk menutupi borok-borok peradaban Barat. Seruan fairplay hanya slogan untuk menutupi seruan kebencian terhadap imperialisme dan kekejaman Barat serta sekutunya. Memalukan dan menjijikkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.