Brain, Beauty, Behavior But Bullshit!

beauty pageant crownBenarkah kontes ratu-ratuan seperti Miss World, Miss Universe, atau yang lokal seperti Putri Indonesia atau Miss Indonesia, berdaya guna mengangkat harkat martabat wanita? Sebagai lelaki saya tidak merasa begitu. Sepintas bila saya melihat pemberitaan acara-acara seperti itu perasaan yang muncul bukanlah respek saya pada kaum wanita, tapi decak kagum seorang lelaki menyaksikan deretan wanita yang ‘bening’ di etalase kontes kecantikan. Syahwat.

Memang para wanita yang berjejer di sana adalah para wanita yang tidak sekedar bening alias beauty, tapi juga memiliki brain yang cemerlang. Di Indonesia yang saya tahu, para peserta kontes ratu-ratuan itu datang dari kampus-kampus ternama dan berotak smart. Terlihat dari tutur katanya di hadapan dewan juri.

Tapi apakah itu lantas mengangkat derajat kaum wanita agar lebih dihargai oleh dunia, khususnya kaum lelaki. Sekali lagi saya tidak melihatnya begitu. Justru saya merasa kasihan, karena bila benar tujuannya demikian mengapa hanya mereka yang berparas ayu dan bertubuh aduhai saja yang berhak tampil di pentas seperti itu? Bukankah wanita smart tapi yang penampilannya ‘biasa-biasa’ saja, atau malah tidak bertubuh aduhai juga banyak? Bukankah itu berarti ada semacam diskriminasi terhadap kaum wanita yang tubuhnya tidak semampai, tidak bening, dan tidak langsing?

Karenanya kita bisa katakan bahwa tujuan dari beragam kontes kecantikan bukanlah untuk mengedepankan brain ataupun behaviour, tapi tetap beauty yang menjadi parameter utamanya. Karena kalau anda adalah perempuan yang tidak beauty, maka anda harus sudah tahu diri untuk tidak mendaftarkan diri di seleksi awal kontes seperti ini.

Kontes kecantikan intinya adalah bisnis entertainment, tidak lebih. Panggung hiburan untuk manusia yang masih mendewakan keindahan ragawi. Para wanita akan tersihir melihat wajah-wajah sesama wanita yang mulus, badan yang tak ada lipatan lemak, tubuh yang semampai dan rambut yang indah bergelombang. Kaum pria bagaimana? Tidak usah ditanya. Laki-laki normal mana yang tidak senang melihat deretan wanita cantik? Karenanya ini adalah dunia bisnis, uang yang menjadi pemikat dan niat utamanya. Terlalu naif bila ada orang yang mengatakan bahwa acara semacam ini berguna untuk mengangkat harkat derajat kaum wanita.

Saya percaya mengangkat derajat wanita adalah dengan membentuk kepribadiannya agar berakhlak mulia, mengajari mereka cara menutup aurat, mempersiapkan mereka agar menjadi istri yang baik dan ibu teladan bagi anak-anak mereka. Selain juga mengasah intelektualitas mereka agar menjadi insan cendekia.

Sedangkan kontes kecantikan justru mengapresiasi perempuan hanya dari fisiknya belaka. Ini adalah cara dan pandangan khas kapitalisme dalam memperlakukan perempuan. Bagi ideologi ini perempuan ya adalah etalase indah bagi kaum lelaki, maka keindahannya ‘wajib’ untuk dieksploitasi hingga tak ada lagi yang tertutup meski hanya sejengkal pun. Jadi tak usah heran bila di Barat sana ada pemilihan ‘bokong perempuan terindah’ bahkan di Portland Oregon, AS, pada tahun 2011 digelar pemilihan Miss Beautiful Vagina. Para jurinya diberikan kaca pembesar untuk melihat ‘area’ yang dilombakan tersebut. Innalillahi wa inna ilayhi rajiun!

Jadi kita tidak usah heran bila Barat dan para pengeekornya gemar menyelenggarakan acara-acara seperti ini. Kita baru heran bila ada seorang kepala daerah yang sering dikabarkan mengerti agama Islam tapi mengizinkan perhelatan semacam ini. Padahal dalam Islam sudah jelas hal seperti ini adalah terlarang. Bukan sekedar bikini, tapi memperlihatkan rambut apalagi memaparkan kemolekan tubuh ya jelas haramnya. Saya jadi teringat dengan ucapan saya sendiri; hari ini umat baru sekedar mengangkat orang Islam ke tampuk kekuasaan, tapi bukan mengangkat syariat Islamnya.

Terakhir,  saya hanya ingin menegaskan bahwa meski dikatakan Miss World di Sentul yang berjarak beberapa kilometer dari kediaman saya itu katanya dijamin akan sopan, saya tidak percaya. Karena standar sopannya adalah ala Barat. Kontes kecantikan seperti ini juga tidak ada kaitannya dengan mengangkat derajat wanita. Bisa saja penyelenggara mengklaim kontes seperti ini mengedepankan brain, beauty and behavior, tapi akan saya tambahkan …but bullshit!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *