
Ada saja kelakuan lelaki cupu. Rumah tangga bermasalah, larinya malah berselingkuh. Ini yang dilakukan vokalis Maroon 5, Adam Levine, setelah chat genitnya dengan dua seleb medsos bocor. Padahal Adam sudah jadi bapak dua orang anak, dan masih terikat pernikahan dengan model Behati Prinsloo. Selain itu istrinya lagi hamil anak ketiga pula.
Belakangan, terungkap kalau ada lagi perempuan lain yang pernah dikirimi pesan mesum oleh Adam. Wanita yang pernah jadi pelatih yoga sang frontman Maroon 5 ini bahkan membuat tagar #ExposeAdamLevine, mengajak kaum wanita yang pernah diperlakukan sama oleh Adam Levine untuk berani speak up.
Adam mengaku punya motif. Kepada salah satu dari dua perempuan yang ia kirimi direct message di Instagram, Adam mengaku kalau pernikahannya sedang dalam masalah. Pelantun lagu Payphone ini merayu mereka berdua dan mengajaknya kencan. Terakhir ia membantah telah berselingkuh, tapi melakukan tindakan ‘diluar batas’.
Banyak alasan lelaki – juga perempuan – untuk berselingkuh. Salah satu yang terkuat adalah ‘pernikahan mereka bermasalah’. Alibi ini dipakai untuk membenarkan tindakan kotor mereka, juga untuk menarik simpati calon selingkuhan mereka. Ada kesan mereka adalah korban di dalam pernikahan sehingga pantas mendapatkan pembelaan, dan dibenarkan melakukan perselingkuhan.
Perselingkuhan di AS memang semacam penyakit akut. Situs Magazine Foxnews pernah menurunkan tulisan bahwa jumlah lelaki yang berselingkuh di AS mencapai 70 persen, sedangkan wanita mencapai 50-60 persen (http://magazine.foxnews.com/love/cheating-statistics-do-men-cheat-more-women).
Saking liberalnya AS, perselingkuhan justru jadi dibaca sebagai peluang bisnis. Dulu, sempat ada satu situs yang menyediakan jasa perselingkuhan. Klien bisa mencari pasangan selingkuh sesuai pesanan. Kabarnya, situs ini meraup cuan miliaran dolar pertahun dari jasa merusak rumah tangga orang lain.
Namun tentu saja alasan dan kelakuan para pelaku itu menjijikkan. Bila memang pernikahan sedang dalam persoalan, dan itu adalah hal yang wajar bila rumah tangga didera masalah, ya selesaikan dulu persoalan tersebut. Bukan melarikan diri apalagi berpaling ke hati orang lain. Dengan berselingkuh, bukan solusi yang didapat, masalah malah melebar kemana-mana.
Dalam Islam, pasangan yang sedang dalam persoalan diberikan dua pilihan oleh Allah; berpisah secara baik-baik atau bertahan dengan ma’ruf. FirmanNya:
Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. (TQS. Al-Baqarah [2]: 229)
Meskipun agama kita membuka pintu perceraian, tapi panjang jalan harus ditempuh lelaki ataupun perempuan untuk bercerai. Utamanya pada kaum lelaki, agama memerintahkan para suami untuk berlaku baik (mu’asyarah bil ma’ruf) kepada istri, dan jangan mencari-cari kesalahannya bila pasangan sudah taat pada suami. Firman Allah:
Jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar. (TQS. An-Nisa [4]: 34)
Juga firmanNya:
Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (TQS. An-Nisa [4]: 19).
Kaum muslimin juga diingatkan Nabi Saw. bahwa pasukan iblis senantiasa mencari cara untuk merusak rumah tangga anak Adam. Prajurit iblis yang berhasil melakukannya akan mendapatkan peringkat tertinggi di sisi raja mereka. Nabi Saw. bersabda:
إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ
Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim)
Maka, lelaki yang gentle tidak akan berselingkuh dengan mengkambinghitamkan pernikahan mereka yang bermasalah. Mereka akan selesaikan dulu hubungan dengan istri mereka sampai bisa kembali baik. Ia akan perbaiki dan berdamai dengan istri agar pernikahan bisa kembali hangat dan ma’ruf.
Namun ketika usaha yang baik tak kunjung membuahkan kebaikan bersama, mahligai pernikahan tak bisa lagi dipertahankan, Islam membuka pintu perceraian demi kebaikan bersama. Para lelaki dimintai menceraikan istri mereka secara baik-baik, bukan dengan cara zalim.
Begitulah Islam mengajarkan kehidupan yang mulia bagi pasangan suami istri. Islam menutup satu pintu, dan membuka pintu lain yang lebih baik. Perzinaan ditutup, lalu Islam halalkan pernikahan. Ketika pernikahan tak jua membaik, maka Islam pun membuka pintu perceraian.
Andaikan para lelaki memahami ajaran Islam dengan benar, takkan muncul persoalan seperti kasus di atas.

Leave a Reply