Logika-logika ‘Jongkok’ Melawan Islam Yang Sering Merepotkan Umat (2)

Brain WashPengantar: Beragam serangan pemikiran menyerang kaum muslimin dengan tujuan melemahkan keyakinan mereka terhadap Islam, sehingga ghirah untuk memperjuangkan Islam akan pudar. Padahal sebagian lontaran-lontaran pemikiran itu sebenarnya pemikiran yang dangkal yang mudah dipatahkan.

 

 

  1. 4.         Orang-orang yang berusaha menerapkan syariat Islam dan khilafah Islamiyah membawa ideologi transnasional yang bertentangan dengan budaya bangsa

Jawab: adakah agama yang saat ini berkembang di Indonesia yang bukan transnasional (lintas nasional)? Hey, Kristen dan semua pecahannya, Hindu, Budha, Kong Hu Cu bukanlah produk lokal, bumi Nusantara. Semua berasal dari luar Indonesia. Mungkin yang asli bumi Indonesia dan tanah Jawa hanyalah Nyi Roro Kidul.

Bila ada orang Islam yang menolak ajaran Islam yang transnasional, lalu mengapa bila dia sholat masih menghadap ke Kabah? Berhaji harus ke Mekkah? Dan masih membaca al Quran yang berbahasa Arab? Bukankah itu bukan asli produk bumi Indonesia?

Sebenarnya orang-orang yang mengeluarkan pernyataan semacam itu hanyalah sedang mencari celah untuk meruntuhkan bangunan Islam tanpa dia sendiri menyadari logikanya jongkok. Dia sedang merendahkan keislamannya sebagai agama yang asing dan tidak layak bagi umat manusia di penjuru dunia ini. Padahal Allah SWT. telah menjadikan Islam sebagai dien yang universal.

 

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”(QS. Saba [34]: 28).

 

  1. 5.        Bila hukum Islam diterapkan maka akan banyak orang yang kena rajam, potong tangan, dan qishash

Jawab: logika ini hanya layak dipakai untuk menakut-nakuti anak kecil. Orang dewasa yang waras pikirannya akan berpikir logis; hukum pidana hanya akan diberlakukan bagi para pelaku kejahatan. Artinya, orang yang tidak bersalah tidak akan dikenai sanksi apapun oleh pengadilan.

Bila Anda tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh orang lain, maka tidak usah takut terkena hukum pidana Islam. Toh, faktanya hukum pidana juga berlaku saat ini tapi hanya berlaku bagi mereka yang melanggar hukum saja. Mengapa mesti takut pada polantas bisa Anda membawa perlengkapan berkendara yang lengkap? Mengapa takut pada satpol PP bila Anda berjualan di tempat yang legal? Kenapa takut pada KPK bila Anda tidak korupsi?

Hukum manusia saja dipercayai berkeadilan, apalagi hukum-hukum Allah. Allah yang punya sifat al-Hakim ini tidak akan sedikit pun menzalimi hamba-hambaNya. Siapa yang beramal soleh walau sebesar pecahan atom tetap akan mendapat pahala, dan siapa berbuat jahat meski sebesar itu pula maka akan mendapatkan sanksi di dunia dan azab di akhirat. Fair, kan?

 

  1. 6.        Hukum Islam itu memperlakukan manusia dengan kejam tidak memberi kesempatan taubat bagi pelakunya

Jawab: Katakan pada orang yang mengatakan demikian, apakah Anda pernah mendengar berita ada hukuman bakar hidup-hidup bagi seorang pencuri? Ada orang yang baru ‘dituduh’ teroris tapi sudah dieksekusi mati di tempat oleh pasukan anti teror, tanpa mereka dibawa ke pengadilan dan sempat membela diri?

Lalu apakah hukuman penjara yang sekarang berlaku bisa membuat kapok para pelaku kejahatan? Kenapa bermunculan orang yang disebut residivis? Orang yang berulang-ulang melakukan kejahatan? Padahal mereka sudah menjalani hukum penjara agar bisa bertobat?

Jawabnya karena hukum yang sekarang berlaku tidak berlaku adil dan tidak bisa membuat efek jera bagi pelaku kejahatan. Tidak ada rasa takut bagi pelaku kejahatan untuk mengulang-ulang kejahatan mereka. Para koruptor tidak pernah gentar untuk terus melakukan mengkorupsi uang negara. Para pembunuh tidak takut untuk mengulangi kejahatan mereka.

Kenyataan lain, banyak penjahat malah mendapat fasilitas istimewa saat berada di penjara. Selain itu penjara justru menjadi sarang kejahatan baru seperti transaksi narkoba dan kejahatan lain. Maka bagaimana bisa hukuman yang sekarang ada bisa menghentikan kejahatan?

Sementara hukum Islam yang tegas justru akan membuat orang gemetar untuk berbuat jahat. Tapi mereka yang tidak berbuat jahat tidak akan dizalimi, karena memang hukum Islam hanya berlaku bagi mereka yang bersalah, yang tak bersalah tidak boleh dizalimi.

Selain itu hukum Islam memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. Adanya qishash membuat keluarga korban mendapat keadilan. Orang yang telah membunuh kerabat mereka akhirnya mendapat balasan setimpal. Bila mau, keluarga korban juga bisa memaafkan pelaku. Selesai, kan?

Pertaubatan pelaku justru didapat dengan mereka menjalani hukum Islam tersebut. Saat mereka dikenakan sanksi sesuai syariat Islam, maka dosa-dosa mereka akan tergugurkan seketika dan tidak akan mendapatkan azab di akhirat kelak. Sebagaimana kisah wanita bernama al-Ghamidiyah yang menginginkan dirajam karena telah berzina, Rasulullah saw. menyampaikan kabar dari wahyu Allah bahwa taubat perempuan itu jauh lebih luas walau dibagikan kepada penduduk Madinah.

 

  1. 7.        Penerapan syariat Islam akan mengancam keberadaan kalangan non-muslim, bahkan mungkin bisa terjadi genocide

Jawab: tidak usah lebay, plz. Fakta di bumi Nusantara menunjukkan kenyataan yang sebaliknya. Bila ajaran Islam itu kejam terhadap non-muslim, seharusnya para sultan Islam dan para ulama di tanah air ini sudah lama meruntuhkan Borobudur, Prambanan, dsb. Dan semestinya sudah tidak ada orang non-muslim di tanah air. Faktanya, semua bangunan ibadah itu masih ada, kalangan non-muslim juga masih ada.

Begitupula di Timur Tengah berlaku sama. Di negeri seperti Mesir masih hidup kalangan Kristen Koptik. Bahkan saat pasukan Amr bin al-‘Ash menaklukkan Mesir, para sahabat beramai-ramai mengunjungi desa umat Kristen Koptik karena ingin mengetahui rumah Maria Qibtiyah, sahaya Rasulullah saw. Sedikitpun mereka tidak menumpahkan darah kalangan Kristen Koptik.

Sebaliknya, di negeri yang mayoritas non-muslim, kehidupan umat Islam malah terancam. Umat muslim di Thailand, Filipina, Kamboja, Balkan, tidak mendapat perlakuan yang adil. Malah sering umat muslim justru teraniaya di negeri sendiri seperti di Palestina. Ironi, kan?

(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.