
Foto oleh Thomas Ashlock di Unsplash
Bicara perdamaian di Gaza tanpa melibatkan perwakilan Gaza dan Palestina. Pendirinya pun adalah agresor kelas dunia. Berkali-kali menyerang negara lain dan menculik sejumlah kepala negara lain. BOP ini sudah cacat sejak awal
Board of Peace adalah puncak ironi drama politik tingkat dunia. Anda bisa membayangkan seorang negara yang getol melakukan agresi militer negara lain mendeklarasikan berdirinya ’lembaga perdamaian dunia’? Lalu kepala negaranya menangkat dirinya sendiri sebagai chairman? Sama seperti seorang boss mafia mentahbiskan dirinya sendiri sebagai lembaga kemanusiaan.
Di bawah kepemimpinan Trump, Amerika Serikat melanjutkan tradisi cowboy brutal agresi ke sejumlah negara. Ada tujuh negara yang sudah digasak Trump; Suriah, Iran, Irak, Somalia, Sudan, Yaman, dan terakhir Venezuela. Sebab itu secara moralitas sebenarnya BOP ini sudah cacat sejak pendiriannya.
Amerika Serikat juga secara terbuka adalah negara yang mendukung penuh genosida di Gaza. Meski dicaci maki nyaris oleh seluruh penduduk bumi, termasuk oleh banyak rakyatnya sendiri, Gedung Putih bergeming membantu Israel secara politik, finansial dan militer. Termasuk mengerahkan media massa dan para opinion maker untuk menyebut tindakan Israel adalah self defense. Kemudian menghakimi Hamas sebagai kelompok teroris.
Setelah menginvasi dan menculik Presiden Venezuela Nicolasi Maduro, AS lewat mulut Trump juga mengancam akan menganeksasi Greenland dan menyerang Iran. Trump mengancam akan menyerang Iran bila rezim yang berkuasa di sana terus melakukan tindak represif terhadap demonstran. Padahal demonstran tersebut juga digerakkan oleh intelijen Amerika Serikat. Maka hanya psikopat yang bisa menyatakan dirinya pembela perdamaian setelah membantai banyak korban.
Pembicaraan solusi di Gaza oleh Board of Peace juga cacat karena tidak menyertakan Gaza ataupun pemerintah otoritas Palestina terlibat di dalamnya. Bayangkan, rumah Anda dirampas, harta dijarah, istri dan anak dibunuh, lalu para pembunuhnya mengajak tetangga kanan kiri mencari solusi tanpa sama sekali mengajak Anda. Padahal Anda adalah korban yang punya hak menuntut pembalasan secara hukum.
Jadi, Board of Peace ini omong kosong. Sama sekali tidak bertujuan memberi keadilan untuk Gaza dan Palestina. Tapi justru memberi kesempatan luas untuk Israel dan negara-negara Barat – terutama AS – menginvasi Gaza. Di antara rancangan BOP adalah melucuti semua milisi Gaza, terutama Hamas, dan membangun pemerintahan administratif internasional. Lalu dimana hak warga Gaza dan Palestina? Tidak ada sama sekali.
Jadi BOP itu tepatnya adalah Adalah Board of Plunder-Perfidy-Persecution. Dewan penjarahan, pengkhianatan, dan penindasan.
Lebih tragis lagi adalah kemudian sejumlah negara Arab-Muslim termasuk pemerintah Indonesia bergabung ke dalam BOP. Padahal mereka pastinya tahu rancangan Amerika Serikat untuk Gaza, dan juga tahu penderitaan rakyat Gaza. Namun para pemimpin Arab memang lebih dari puppet string milik AS, tapi juga bemper untuk melawan kelompok Islam.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bertujuan untuk memastikan suara Palestina tetap terjaga dalam proses perdamaian. “Keanggotaan Indonesia di dalam BoP tujuannya adalah untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan,” ujar Juru Bicara Kemlu RI dalam keterangan resminya.
Apa bisa? PBB saja sudah diludahi oleh Amerika Serikat.
Hal yang menarik adalah Presiden Prabowo mengatakan di depan pers bahwa untuk menciptakan perdamaian maka semua harus mendapat jaminan keamanan, termasuk Israel.
What the hell!
Astaghfirullah!
Entah apakah presiden mengikuti perkembangan Gaza, bahwa yang terjadi di Gaza bukanlah konflik, bukan perang, tapi genosida. Bagaimana militer zionis membombardir rumah warga sipil, masjid, sekolah bahkan rumah sakit. Menjadikan anak-anak sasaran empuk penembak jitu. Lalu militer zionis memperkosa penduduk Gaza yang tertangkap baik wanita ataupun pria! Jasad penduduk Gaza pun masih tidak aman. Organ tubuh mereka diperjualbelikan oleh pemerintah Israel.
Presiden Prabowo belakangan berkali-kali mengingatkan ada antek-antek asing yang ingin mengganggu Indonesia. Saatnya ia membuktikan kalau pemerintah Indonesia bukan antek asing, termasuk antek Amerika Serikat. Namun dengan bergabung ke dalam BOP, bagaimana bisa menjernihkan persoalan itu? Karena semua anggota BOP dipastikan berada di ujung jempol pemerintah Amerika Serikat.
Karenanya, umat Muslim memang harus punya agenda sendiri untuk menyelesaikan persoalan Gaza. Islam sudah memberikan syariat sebagai solusi penjajahan oleh zionis di tanah Palestina, yaitu mengusir seluruh warga zionis dari tanah Palestina dengan jihad fi sabilillah. Inilah tuntunan syariat sebagai solusi.
Umat Muslim tidak perlu bahkan haram bergabung ke BOP. Umat sudah Allah pilihkan institusi sendiri untuk menjalankan rencana ini, yakni Khilafah Islamiyyah. Tak mungkin melawan negara adidaya tanpa kekuatan yang setara. Ini satu-satunya institusi yang tepat dan sesuai syariat. Apakah ini mungkin? Tak ada yang mustahil bagi Allah, sebab dia sudah berjanji:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (TQS. Muhammad [47]: 7)

Leave a Reply