Selingkuh Dengan Gaya

AshleyMadisonMungkin saya kurang informasi. Bisa jadi saya kurang up to date. Kudet, kata anak muda sekarang. Karena seumur-umur saya baru tahu ada situs yang menyediakan jasa perselingkuhan. Situs itu bernama Ashley Madison. Slogannya juga bikin saya tercengang; Life is short. Have an affair. Hidup itu singkat, berselingkuhlah!

Dengan menggunakan social networking situs menghubungkan antar membernya dapat melakukan affair. Tidak tanggung-tanggung, situs itu memiliki 37 juta pelanggan. Meski banyak yang menyangsikan akurasi para membernya, karena diduga ada beberapa orang menggunakan sejumlah akun yang berbeda. Meski begitu, dengan jumlah sekian puluh juta sudah mencengangkan.

Situs itu menawarkan berbagai data teman selingkuh yang dikehendaki; umur, jenis kelamin hingga fantasi seksual. Benar-benar serius merancang perselingkuhan.

Beberapa hari lalu, situs itu di-hack. Tentu saja yang panik bukan saja pengelola situs Ashley Madison, tapi juga jutaan pelanggannya jelas panik. Karena data-data pribadi mereka, nomor rekening, surat elektronik, gambar-gambar yang dikirim terancam di-publish. Bukan saja khawatir dipermalukan, tapi kebocoran data ini mengancam rumah tangga, karir dan kehidupan pribadi mereka.

Klien Ashley Madison bukan orang sembarangan. Rata-rata kaum kaya mulai dari selebritis, pengusaha, hingga politisi. Bisa dibayangkan kalau data-data itu terbongkar, dunia mungkin akan geger.

Tapi itulah resiko yang harus mereka tanggung. Seperti kata pepatah; siapa menabur angin, dia akan menuai badai. Siapa yang berselingkuh, dia akan terkapar jatuh. Jadi, puluhan juta member situs itu sekarang sedang berdebar-debar ketakutan. Bahkan ada pelanggannya yang sudah bunuh diri karena stress takut dan menanggung malu.

Dunia memang berubah. Nilai-nilai keluarga tidak lagi dirawat tapi sudah dilabrak habis oleh sistem liberalisme. Hingga perselingkuhan pun difasilitasi dan bisa dilakukan sembari gaya, berbayar pula. Bahkan ada perselingkuhan yang dilakukan bersama-sama; suami berselingkuh, istri juga berselingkuh. Bahkan sama-sama memaklumi.

Situs Magazine Foxnews pernah menurunkan tulisan bahwa jumlah lelaki yang berselingkuh di AS mencapai 70 persen, sedangkan wanita mencapai 50-60 persen (http://magazine.foxnews.com/love/cheating-statistics-do-men-cheat-more-women). Jelas ini angka yang tinggi! Pantas bila jasa mak comblang perselingkuhan seperti Ashley Madison laris.

Conceptual photo of a marital infidelity

Bukan saja Ashley Madison yang berbasis di Kanada yang ‘melegalkan’ perselingkuhan, pemerintah Korea Selatan pada awal tahun 2015 mencabut larangan perselingkuhan yang sudah berlaku puluhan tahun. Pencabutan ini disambut gembira oleh banyak warga Korea Selatan.

Jelas ini malapetaka kemanusiaan. Apa artinya pernikahan bila tidak dilandasi komitmen untuk setia. Tidak ada nilainya pernikahan ketika dihadang masalah perbedaan kemudian malah melarikan diri ke lain hati, atau ke lain bodi (glek!).

Bila kemudian perselingkuhan dijadikan solusi masalah pernikahan, maka bukan saja keluarga yang hancur, tapi masyarakat dan negara. Berapa banyak pejabat negara yang terjerembab karena urusan perselingkuhan.

Sayang, di alam liberalisme pernikahan bukanlah sesuatu yang harus dijaga sekuat hati. Bahkan negara pun tidak berkompeten dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga pernikahan dan keluarga.

Perselingkuhan sebagaimana perzinahan justru dijadikan tambang emas bisnis yang mengggiurkan. Situs perselingkuhan Ashley Madison pada tahun 2014 saja memperoleh pendapatan US$150 juta atau Rp1,9 triliun dari pelanggan berbayar. Orang pun merasa tidak risih mendaftarkan diri menjadi membernya. Berbayar pula.

Kapitalisme memang benar-benar menangguk untung dari alam liberalisme. Apa saja bisa dieksploitasi untuk mendapatkan keuntungan, termasuk memanfaatkan kebejatan moral masyarakatnya.

Karena itu, sekarang kita sedang menyaksikan masyarakat kapitalisme sedang meluncur menuju jurang kehancuran. Tak ada yang bisa menyetop mereka karena moral sekalipun telah diabaikan, bahkan dianggap penghalang kemajuan dan kekayaan.

Tak ada yang bisa menyelamatkan semua itu kecuali bila umat manusia kembali ke ajaran Pencipta manusia itu sendiri. Hanya aturan sang Maha Pencipta yang benar-benar menjaga nilai kemanusiaan. Dan itu, hanyalah Islam dengan syariatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.