Didik Anak Lelaki Menghargai Perempuan

https://unsplash.com/photos/pvHma684eEI

Ada yang salah kaprah di sebagian orangtua tentang mendidik anak lelaki. Mereka berpikir adalah baik mengizinkan mereka menonton film porno sebagai cara mendewasakan diri sekaligus memberikan pendidikan seks. Padahal film porno tidak memberi edukasi apa-apa. Malah menyesatkan pemahaman dan berpotensi menimbulkan kecanduan (porn addict).

Para pendidik anak bahkan seksolog nyaris tidak ada yang merekomendasikan film porno sebagai media pendidikan untuk anak remaja. Termasuk untuk pendidikan seksual sekalipun, tidak ada yang merekomendasikan. Itu karena kontennya sama sekali bukan edukasi, bahkan menjijikkan dan menistakan kaum perempuan.

Selain itu, industri pornografi juga penuh sarat kejahatan. Jejaring mafia, narkoba, dan kekerasan pada perempuan. Tidak sedikit aktris film porno adalah korban trafficking yang dijebloskan ke industri pornografi. Dibayar murah dengan tak ada jaminan keamanan sama sekali.

Kembali ke soal pendidikan anak, hal yang lebih asasi dan penting dalam mendidik anak lelaki adalah membuat mereka menjadi sosok yang bertanggung jawab dan memuliakan kaum perempuan. Kerusakan peradaban manusia hari ini di antaranya karena dominasi kaum lelaki terhadap perempuan. Dimana perempuan dianggap kurang berharga dibandingkan lelaki, dieksploitasi, termasuk dikasari.

Berdasarkan laporan situs NCAD (National Coalition Against Domestic Violence), 1 dari 4 wanita di AS mengalami tindak kekerasan fisik oleh pasangannya. 1 dari 5 wanita di AS pernah mengalami tindak pemerkosaan dalam hidupnya (Statistics (ncadv.org)).

Di Indonesia, berdasarkan catatan kekerasan terhadap perempuan (CATAHU), pada 2019 kekerasan terhadap perempuan sebanyak 431.471 kasus. Angka ini meningkat 693% dari 2008 yang hanya 54.425 kasus.

Kekerasan dan pelecehan pada perempuan adalah salah satu persoalan penting dalam relasi pria-wanita hari ini. Betapa banyak wanita yang menjatuhkan diri menjadi fitnah kaum lelaki, dan betapa tidak sedikit lelaki yang juga merusak kehormatan kaum perempuan. Tepatlah nasihat sayidina Umar bin Khattab ra., .:

استعيذوا بالله من شرار النساء وكونوا من خيارهن على حذر

“Berlindunglah kepada Allah dari kejahatan perempuan. Dan, jadilah laki-laki dambaan wanita yang waspada dan mawas diri!”

Mendidik anak lelaki yang beradab mulia pada kaum perempuan menjadi amat penting, karena kaum lelakilah yang kelak memimpin generasi. Mereka pemimpin bagi kaum perempuan sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 34:

“Laki-laki  itu pelindung bagi perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah memberikan nafkah dari hartanya.”

Semua adab itu harus bermula dari rumah, karena disana ada ayah dan ibu sebagai model pergaulan pria dan wanita yang langsung dilihat oleh anak-anak. Dimana para ayah diperintahkan Nabi SAW. untuk berakhlak mulia pada ibu anak-anak mereka.

أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya” (HR. Tirmidzi)

Apa saja yang harus ditanamkan orangtua pada anak lelaki mereka agar memuliakan kaum perempuan?

Pertama, para ayah wajib memuliakan ibu kandung dan juga istri mereka agar anak-anak lelaki mendapatkan kesan kuat begitulah cara lelaki memperlakukan wanita sebaik-baiknya. Persis pesan Nabi SAW.:

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari).

Kedua, tanamkan bahwa perempuan itu adalah ibu, istri, saudara perempuan dan kelak anak-anak perempuan mereka. Sebagaimana pesan Nabi SAW. kepada seorang anak muda yang hendak berzina, Beliau ingatkan kedudukan perempuan seperti itu. Dengan begitu, maka pada diri seorang anak lelaki muncul rasa hormat pada perempuan.

Ketiga, ingatkan anak lelaki kita akan beratnya ujian yang muncul dari kaum wanita. Ceritakan bagaimana ujian terhadap Nabi Yusuf as. atau ujian yang menimpa kaum Bani Israil, yang berasal dari kaum perempuan. Nabi SAW. bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِي النَّاسِ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan ujian yang lebih besar bagi laki-laki selain dari perempuan,” (HR Al-Bukhari).

Ujian disini bukan sekedar dalam persoalan jinsiyyah (hubungan seksual), tapi juga bujuk rayu perempuan secara luas yang membuat lelaki meninggalkan ketaatan pada Allah seperti korupsi, membangkang pada ibu kandung karena hasutan istri, bahkan hingga murtad.

Dengan begitu anak-anak lelaki akan menjaga dengan hati-hati pergaulan dengan lawan jenis.

Keempat, perintahkan anak lelaki untuk selalu ghaddul bashar/menjaga pandangan dari aurat perempuan, karena pandangan adalah anak panah beracun yang dihujamkan iblis pada hati anak Adam sehingga banyak lelaki tergelincir merusak kehormatan wanita hanya karena pandangan.

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ، فَمَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنْ مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ لله أَوْرَثَ الله قَلْبَهُ حَلاَوَةً إِلىَ يَوْمِ يَلْقَاهُ

“Pandangan merupakan anak panah beracun dari anak-anak panah iblis. Maka barang siapa yang menahan pandangannya dari kecantikan seorang wanita karena Allah, niscaya Allah akan mewariskan rasa manis dalam hatinya sampai hari pertemuan dengan-Nya.” (HR Al-Hakim)

Tanamkan pula rasa malu pada anak-anak lelaki kita bila memandang wajah – apalagi aurat – wanita bukan mahram. Sampaikan bahwa seseorang yang dapat menahan nafsunya dari lawan jenis kelak akan mendapatkan kebahagiaan hidup buah dari lezatnya iman. Sabda Nabi SAW.:

إِنَّ النَّظْرَةَ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ مَسْمُومٌ، مَنْ تَرَكَهَا مَخَافَتِي أَبْدَلْتُهُ إِيمَانًا يَجِدُ حَلاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ

“Sesungguhnya memandang (wanita) adalah salah satu panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis. Barangsiapa menahan pandangannya dari keindahan-keindahan wanita karena takut pada-Ku, maka Allah mewariskan kelezatan iman di dalam hatinya.” (HR. Thabrani).

Kelima, ingatkan pada anak-anak lelaki kita bahwa pria gentle itu adalah mereka yang menikahi perempuan di jalan Allah, bertanggung jawab lahir batin untuk membahagiakannya karena Allah. Bukan lelaki yang tebar pesona dan tebar harta pada banyak wanita.

Pembaca yang budiman, wanita memang tiang negara (imad al-bilad), namun kaum pria-lah yang menjaga tiang-tiang negeri itu bisa kokoh berdiri. Bagaimanapun lelaki adalah pemimpin kaum wanita. Banyak wanita yang hancur disebabkan oleh lelaki yang rusak. Kaum lelaki yang tidak menghargai wanita, dan menempatkan wanita bukan sebagai sahabat, tapi obyek kesenangan belaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.