4 Kesalahan Orang Tua Saat Acara Silaturahim

silaturahimالرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ

“Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: “Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

 
Lebaran sudah berlalu. Biasanya selalu ada acara berkesan sepanjang Iedul Fithri, di antaranya adalah silaturahim. Saling berkunjung kepada anggota keluarga, khususnya yang sepanjang tahun hidup berjauhan terpisah oleh jarak. Meski ada juga mereka yang hidup berdekatan tapi sulit saling mengunjungi karena kesibukan satu dengan yang lain.

Hukum menyambungkan ikatan silaturahim jelas wajib. Haram bagi seorang muslim memutuskan ikatan kerahiman atau kekerabatan. Agenda saling berkunjung kepada sanak famili adalah sunnah, dianjurkan oleh agama. Tidak ada larangan melakukan hal ini di Hari Raya, juga bukan perkara bid’ah. Apalagi mengingat agenda liburan panjang umat Muslim di Tanah Air biasanya jatuh bersama pada saat Hari Raya.

Salah satu hal yang paling penting dalam agenda silaturahim adalah merekatkan hubungan dengan sesama anggota keluarga. Dengan berkumpul di satu rumah — biasanya di rumah orang tua, kakek-nenek, atau kakak tertua – selama beberapa hari, mestinya bisa membuat semua anggota keluarga menjadi lebih akrab, lebih gayeng, dan saling tahu keadaan satu dengan yang lain. Karena banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama, mulai dari makan bersama, jalan-jalan bersama, shalat berjamaah, hingga mendengarkan tausiyah bersama-sama.

Sayangnya banyak orang tua yang tidak paham arti penting pendidikan silaturahim untuk anak-anak. Bila saya perhatikan, ada orang tua yang memandang agenda silaturahim tidak penting bagi anak-anak. Ada kesan acara silaturahim adalah acara untuk orang dewasa atau yang sudah lansia.

Padahal, di dalamnya terkandung amal soleh dan bagian yang cukup penting bagi anak-anak. Allah SWT. memerintahkan setiap muslim untuk menjalin dan menjaga kekerabatan baik dengan kerabat yang dekat maupun yang jauh. Artinya, ini adalah amal soleh yang agung.

Ada beberapa kesalahan orang tua yang seringkali justru merusak suasana silaturahim, dan tidak memberikan pendidikan silaturahim pada anak-anak. Beberapa kesalahan itu diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Membuat Agenda Sendiri

Ini perilaku orang tua yang lebih parah. Alih-alih berkumpul dengan keluarga besar untuk bersilaturahim, mereka malah membuat agenda sendiri. Tidak berkumpul dengan keluarga besar. Biasanya agenda yang dilakukan berjalan-jalan, shopping, makan-makan bersama keluarga inti, tidak melibatkan keluarga lain.

Memang ini hak setiap keluarga untuk membuat agenda sendiri, tapi jangan lupa hukum dan keutamaan silaturahim. Apalagi tidak gampang mengumpulkan semua anggota keluarga besar dalam satu waktu dan satu tempat. Sayang bila momen indah dan penuh barakah itu dilewatkan begitu saja hanya untuk memenuhi ego keluarga sendiri.

 2. Tidak Membawa Semua Anggota Keluarga

Ada saja orang tua yang tidak hadir ‘full team’ saat agenda silaturahim. Ada yang tidak membawa istrinya atau suaminya, ada juga yang tidak membawa anak-anaknya, padahal mereka bisa menghadirkan semuanya.

Ada orang tua yang justru mengizinkan anaknya pergi dengan agenda mereka masing-masing. Acara bersama kawan-kawan, jalan-jalan, dsb. Orang tua semacam ini tidak paham hukum dan keutamaan silaturahim. Perilaku orang tua seperti ini semakin merenggangkan hubungan kekerabatan dan menguatkan mental individualistis pada anak-anak.

Dampak negatif dari kebijakan orang seperti ini akan terasa beberapa tahun mendatang saat mereka dewasa. Saling cuek bahkan bisa jadi bermusuhan dengan keluarga besar. Bukan satu atau dua kali lho ada cerita keponakan yang bermusuhan dengan uwak atau paman mereka. Atau cucu yang tidak pernah mengunjungi kakek mereka.

3. Membiarkan Anak Sibuk Dengan Gadget Mereka

Ini yang paling menyebalkan. Momen dimana semua anggota keluarga terlibat secara emosional, bergembira atau berbagi cerita, eh di pojokan justru masing-masing sibuk dengan gadget mereka. Terutama anak-anak.

Ada saja orang tua yang membiarkan anak-anak mereka sibuk dengan gadget, dan tidak terlibat berkumpul dengan keluarga yang lain. Dalam momen seperti ini; SIMPAN GADGET, buka hanya bila perlu! Suruh anak-anak berkumpul dengan sepupu atau keponakan mereka. Biarkan mereka bermain, memancing, jalan-jalan bersama, dan shalat berjamaah. Jangan biarkan anak-anak sibuk dengan gadget mereka.

4. Membiarkan Anak Lengket Dengan Orang Tuanya

Ada anak yang saat agenda silaturahim justru lengket terus dengan orang tuanya sepanjang waktu. Padahal usia mereka sudah tamyiz, bahkan sudah baligh. Mereka enggan berbaur dengan kerabat, tapi malah nempel dengan orang tua. Ironinya, ada orang tua yang membiarkan saja anak-anak mereka berperilaku kekanak-kanakan seperti ini.

Perilaku seperti ini berawal dari pola asuh yang keliru. Orang tua terlalu protektif dan memanjakan anak, sehingga anak merasa canggung berkumpul dengan orang lain. Selain juga minim diajak bersilaturahim dengan kerabat yang lain. Akhirnya mereka tidak betah berkumpul dalam agenda besar silaturahim.

Bagi orang tua semacam ini harus mengubah pola asuh mereka. Suruhlah anak-anak bermain bersama, bersosialisasi, dan ajak berkunjung kepada keluarga yang lain. Selain itu tanamkan arti penting silaturahim pada anak-anak.

Tahun depan, buatlah agenda silaturahim yang benar-benar menyenangkan bagi anak dan keluarga, sesuai dengan tuntunan agama. Jangan rusak agenda silaturahim yang agung dan berpahala ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.