Menyesali Kepemimpinan

Follow-the-Leader2Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata Kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar Kami, lalu mereka menyesatkan Kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan Kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.(TQS. Al-Ahzab [33]: 66-68).

Ayat-ayat di atas alangkah baiknya kita renungkan jelang pilpres 2014. Kepemimpinan — seperti dijelaskan Allah SWT. di atas —  tidak saja berkorelasi dengan keadaan kita di dunia tapi juga di Akhirat. Kelak, di dalam tempat yang paling pedih dan terhinakan akan ada sejumlah orang yang meratapi nasib mereka di sana. Siksaan berat  dan kehinaan menimpa mereka karena ketaatan yang keliru. Orang-orang itu lebih memilih taat kepada para pemimpin dan pejabat mereka ketimbang kepada Allah dan RasulNya.

Firman Allah di atas semestinya membuat siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah SWT. bergetar. Semestinya ketaatan pada Allah dan RasulNya tak bisa digantikan dengan yang lain. Allah dan RasulNya sebelum menundukkan diri kepada yang lain. Mereka yang telah melakukan itu kelak akan dihadapkan pada kekecewaan besar karena para pemimpin yang begitu mereka puja, taati dan cintai itu menyeret ke dalam azab Allah SWT.

Dalam QS. ash-Shaffat dikabarkan oleh Allah SWT. akan terjadi perdebatan sengit di Akhirat antara para pemimpin dan para pengikut mereka. Saat itu para pengikut mereka menuntut pertanggungjawaban dan jaminan keselamatan. Namun para pemimpin itu tak sanggup melakukannya dan akhirnya mengakui bahwa mereka adalah orang-orang yang sesat.

Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan. Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada Kami dan kanan” Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah yang tidak beriman”. Dan sekali-kali Kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas. Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; Sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).Maka kami telah menyesatkan kamu, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat. Maka Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. (TQS. ash-Shaffat: 27-33).

Karenanya orientasi kepemimpinan yang harus dipilih adalah berorientasi “apa” dan bukan “siapa”. Ketika pikiran kita berorientasi pada “siapa” maka akhirnya mata kita akan dibutakan oleh segudang kesalahan yang telah mereka lakukan. Imam ath-Thabariy dalam tafsirnya mencantumkan keterangan Ibnu Zayd bahwa yang dimaksud dengan “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada Kami dan kanan” adalah: “Kalian (para pemimpin) telah menghalangi antara kami dan kebaikan (Islam), kalian mengenyahkan kami dari Islam, iman dan amal kebaikan yang telah diperintahkan kepada kami”. Subhanallah! Apakah dengan kepemimpinan kelak umat ini semakin mudah menjalankan syariat Allah, ataukah justru tetap dipersulit dan semakin dipersulit?

Tapi ketika kita memikirkan “apa”, maka kita akan menerima kepemimpinan karena memang mereka akan mengerjakan sesuatu yang benar, yaitu meletakkan kepemimpinan di bawah ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

Mari  menilai dengan sudut pandang keimanan; apakah orang-orang yang akan berdiri di panggung kepemimpinan nanti akan sebenar-benarnya melaksanakan risalah Allah SWT.? Ataukah akan menjalankan sedikit dan mencampakkan sebagian besar lainnya? Lalu bolehkah kita sebagai muslim memilah dan memilih perintah dan larangan Allah mana yang akan kita kerjakan dan mana yang mau kita tinggalkan sesuai selera kita?

Berpikirlah dengan bijak sebelum berbuat. Agar jangan sampai seluruh hal yang telah Allah kabarkan kepada kita di dalam firmanNya akan menimpa kita. Agar jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menyesali kepemimpinan yang telah mereka pilih. Kepemimpinan yang sama sekali tidak berdasarkan petunjuk Allah dan sunnah RasulNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *